ngodod

Perempuan Idaman

16 Mei 2008 · No Comments

Gara-gara baca tulisan ini, saya jadi pengen nulis pendek sekali soal perempuan idaman saya. Sebenernya bukan saya yang menyimpulkannya, tapi calon istri temen kosan saya. Yang kebetulan juga kadang-kadang sering suka jadi temen curhat saya juga. Kata dia, setelah saya menyebutkan kriteria perempuan idaman saya, maka kesimpulannya adalah, fotokopian saya dalam bentuk perempuan. Huahahaha….

[it's painfull but it's true]

→ No CommentsCategories: diriku

Selingkuh (Itu Indah)

15 Mei 2008 · 5 Comments

Maknyus tenan selingkuh itu, sodara… Apalagi lo selingkuhnya dengan perempuan cantik program. Dan untuk perbuatan perselingkuhan saya kali ini, orang ini dan orang itu lah yang harus bertanggung jawab.

Jadi sebelum akhirnya saya berpindah ke browser Opera, saya sebenernya penganut mati Mozilla Firefox dan sekaligus tidak begitu menyukai pembenci Internet Explorer bawaan Mikocok. Namun kenyataan berkata lain. Laptop kantor yang saya gunakan suka nge-drop dan terkadang nge-hang tiada tara ketika saya paksakeun untuk multitasking. Maklum, prosesor Celeron. Wekekeke…

Nah, selama dua hari inilah, diri saya merasakan betapa dahsyatnya Opera. Opera memang ndak boros resources alias memori. Dia hanya membutuhkan sekitar setengah, bahkan terkadang sepertiga, dari yang Firefox butuhkan untuk melakukan pekerjaan yang sama. Kerja multitasking-pun lancar. Apalagi, Opera yang sekarang, dah ada tukang unduh dan ngirim email semacam Firebird ato Outlook gitu. Ugh… Hehehe, ternyata, selingkuh itu indah…

“Betewe, cen apa sih kerja multitasking-mu Dong..?”
“Semacam seperti membuka Mikocok Word, FileZilla, YM-an, Mikocok Excel, Notepad, Jendela Eksplorer, ng-AlSong, Firefox, Internet Explorer, Opera bareng-bareng.”

→ 5 CommentsCategories: diriku · kantor
yang berkaitan: , ,

Push Over the Limit

15 Mei 2008 · 1 Comment

Aku mungkin termasuk orang yang suka maksa, terutama batas fisikku untuk terus ku eksploitasi melebihi batas kemampuannya. Sesuatu yang seringkali aku sendiri gak sadar melakoninya.

Salah satunya beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu kemaren. Hari itu aku berencana sepulang dari kantor mau nyepeda naik ke Kaliurang. Pengennya sih sekalian nengokin temen-temen English Club Muhammadiyah yang lagi ada acara di sana.

Sabtu pagi, meskipun badan masih terasa gak begitu fit, aku nekat tetep berenang. Kebetulan ini agenda rutin. Masak agenda rutin gagal hanya karena persoalan sepele, badan kerasa rada anget. Maklum, semenjak mengidap penyempitan paru-paru, aku jadi makin gak peka dan bisa mbedain, badan ini anget karena kedinginan sehingga penyempitan paru-paruku kumat ato karena kecapekan. Aku pun berangkat renang pake sepeda. Bis renang langsung berangkat ngantor dan dari kantor langsung berangkat ke Kaliurang.

Gowes terus…

→ 1 CommentCategories: diriku · have fun
yang berkaitan: , , , , ,

Like Father Like Son

10 Mei 2008 · 5 Comments

Pagi ini kebetulan bangun sebelum shubuh. Secara semalam saya tidur di kantor teman yang konaeksi  intenetnya selama dua puluh empat jam non-stop, maka begitu bangun saya langsung menyalakan kompie dan mbuka gugel reder saya. Karena selama beberapa hari ini saya ndak sempat blog walking, apalagi sampe ngeblog, maka napsu keinginan untuk blog walking semakin meluap-luap. Nah, ketika saya nyasar di blog ini dan membaca postingan yang ini, saya jadi tergoda untuk memencet sebuah link. Link yang ternyata mengantarkan saya nyasar ke blog ini dan akhirnya tertarik membaca tulisan ini.

Sebuah tulisan yang bikin saya senyam-senyum. Nah di salah satu komen tulisan yang tadi itu, ada link yang menarik. Saya klik aja link itu, yang akhirnya membuat saya nyasar ke tulisan ini. Tulisan yang membuat saya sebelumnya hanya senyam-senyum berubah menjadi ketawa ngakak kepingkel-pingkel sampe perut saya mules.

Gara-gara tulisan-tulisan itu, aku jadi kepikiran nggak nulis yang aneh-aneh dan ngawur lagi. Khawatirnya lo besok anakku tiba-tiba mbaca blog bapaknya pas masih jadi HQJ. Tapi…, mana tahan.. masak nulis kok diltahan-tahan. Tapi biarin aja, sapa tau dengan mbaca blog bapaknya pas masih HQJ, maka dia bisa belajar bagaimana caranya supaya bisa cepet kawin nikah a.k.a. cepet laku gak kayak bapaknya dulu… Huahahahaha…

→ 5 CommentsCategories: Kehidupan · sepele tapi penting
yang berkaitan: , , , , ,

Akhir Pekan yang Indah

5 Mei 2008 · 9 Comments

Meskipun ancaman inflasi didepan mata akibat rencana kenaikan BBM, tapi akhir pekan ini benar-benar indah, karena:

  1. Milan menang dalam Derby Madonnina.
  2. Milan nyalip Fiorentina. Berarti masih ada kesempatan buat tampil di Liga Champion musim depan.
  3. Milan dapat tanda tangan Flamini. Berarti ada darah muda baru di Milan.
  4. Doni Tata dapat poin pertama di GP250.
  5. Satrio Hermanto dapet poin pertama di A1GP.
  6. Aku dah “punya” Hardy Heron untuk mainan.
  7. Apalagi ya… [ada yang mau nambah?]

→ 9 CommentsCategories: diriku · have fun · sepele tapi penting
yang berkaitan: , , , , , ,

Puter-puter Kota Naik Vespa: Speaker Aktif vs ERK

4 Mei 2008 · 1 Comment

Kemarin pagi menjelang siang, saya memutuskan jalan-jalan bersama Ima untuk mengantarkan Ima nyari yang namanya speaker aktif. Ima yang masih singel dan sedang mencari calon suami ini ternyata mau saya ajak jalan-jalan naik vespa tua yang kadang-kadang jalannya ajrut-ajrutan akibat busi yang bekerja tidak sempurna. Sesuatu yang ndak bisa saya bayangkan untuk dilakukan sebelumnya akibat penyakit masuk angin akut saya telah membuat boyok saya sakit sampe gak bisa gerak selama semalaman.

Dengan semangat empat lima, ditengah teriknya cuaca Jogja yang hari itu memang panasnya bukan boongan, kami mulai perjalanan dari Kantor Muhammadiyah yang jadul namun asik karena menyediakan bandwidth gretongan buat saya sehingga bisa donlod sampe semaput itu. Dengan tujuan Toko Alnect di seputaran daerah Janti sana, saya mengajak Ima melewati jalanan yang tidak biasa. “Ma, kita lewat jalan-jalan kecil ya. Secara nih motor gak ada sepionnya, aku gak bawa STNK-nya, trus SIM-pun aku tak punya,” aku beralasan sama Ima supaya Ima nggak besungut tak ajak mblusuk-mblusuk jalan kampung. Semacam Ima pengertian dengan kakaknya yang guanteng dan jomblo ini, Ima menjawab dengan senyuman maut yang mampu membuat para lelaki tergelepar tak berdaya.

Gembus.., setelah sampe depan Toko Alnect, toko itu tutup. Otak tjap KADOGAMA saya pun mulai berputar, saya putuskan ke arah Jalan Gejayan Affandi. Menuju toko Artech. Sapa tau tuh toko buka. Karena memang sudah niatan lewat jalan yang gak jelas, maka kamipun blusukan lagi lewati jalan-jalan kampung. Lewat Nologaten terus kemudian menyusuri pinggiran Selokan Mataram menuju ke arah Gejayan. Sampe di depan Toko Artech, la dalah…, tuh toko juga ikut-ikutan tutup. Dengan lemah lembut Ima berkata, “Mas, inikan Hari Minggu.” Oh, iya, saya cukup khilaf untuk lupa kalo kemaren itu Hari Minggu.

Ya sudahlah, daripada merongos tak berguna, mendingan langsung cabut menuju Ramai Mall saja. Di sana pasti para toko komputer pada buka. Ndak tau, karena memang menikmati jalanan blusukan itu, akhirnya kami juga menuju Ramai Mall lewat jalan blusukan. Apa dikata, saya salah milih jalan sodara. Salah milih jalan sehingga saya melewati Warung Jogja Chicken yang membuat perut saya yang keroncongan akibat belum sarapan jadi semakin meronta-ronta. Waktu itu kalo gak salah sekitar pukul dua belas siang. Ya, sudah. Semacam saya penasaran gimana rasanya itu Jogja Chicken karena temen kantor saya yang satu ini sering ngomong soal enaknya Jogja Chicken, saya putuskan untuk makan saja.

Ternyata sodara, karena dibumbui curhat-curhatan dengan Ima, acara makan yang biasanya cuman lima belas menit ituh bisa molor sampe satu jam. Maklumlah, kan saya dan Ima sudah lama gak ketemu.

Selesai maem, kami kemudian cabut menuju Ramai Mall. Untuk kali ini saya tidak nyari jalan yang blusukan lagi. Khawatir kalo perut saya yang gembul ini protes karena habis diisi malah digoncang-goncang. Perjalanan berlangsung aman, damai dan tenteram. Sampai akhirnya vespa saya mbrebet-mbrebet. Lah dalah Innalillah, apa yang terjadi. Otak saya menyampaikan impuls bahwasannya perkiraan sementara yang menjadi penyebab vespa saya mogok adalah yang namanya bensin sudah habis. Untungnya waktu itu kami sudah sampe di depan Hotel Garuda. Setelah konfirmasi sama Ima, saya putuskan untuk memarkir saja vespa saya di parkiran depan Hotel Garuda. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan menyusuri Malioboro seperti turis lokal.

Setelah absen dulu di Masjid Gedung DPRD Kasultanan Ngayogyakarta, kami berdua berjalan menuju Ramai Mall. Namun ditengah perjalanan, malaikat membisikkan bahwa bagaimana kalo saya sekalian nyari kasetnya Efek Rumah Kaca a.k.a. ERK yang mp3-nya sudah saya sedot habis-habisan di internet itu. Karena masih berparadigma “di mall anda akan menemukan segalanya”, saya ubek-ubek tuh mall untuk nyari toko kaset. Eng ing eng…, ternyata sodara, di toko kaset yang ada di mall itu, yang namanya kaset Efek Rumah Kaca gak ada, kosong katanya. Keluar dari toko kaset, saya sempat mesam-mesem sambil bilang sama Ima, “Aku iki goblok gak ketulungan. Golek kaset ERK kok nang mall. Padahal nang albume ERK kuwi ono lagu sign ngritik wong sing seneng blonjo nang mall. Nek sampe ERK ngedol kasete nang mall kan yo jenenge ERK kui paradoks mikire, alias gak konsisten. Huahahaha..” (Terjemahan bebas Gugel Translate gadungan, “Saya ini bodohnya kebangetan. Nyari kaset ERK kok di mall. Padahal di album ERK ada lagu yang ngritik orang-orang yang suka belanja di mall. Kalo sampe ERK menjual kasetnya di mall, kan namanya ERK itu ber-paradoks-ria alias gak konsisten. Huahahaha.”)

Akhirnya perjalanan kami lanjutkan. Semua toko kaset di seputaran Malioboro kami ubek-ubek untuk nyari kaset ERK itu. Perjalanan ini jadi semakin gak jelas, antara saya yang nganterin Ima nyari speaker aktif ato Ima yang nganterin saya nyari kaset ERK.

Akhirnya kami sampe juga di Ramai Mall. Langsung kami bablas ke lante tiga tempat toko kompie bertebaran. Setelah sedikit muter-muter, akhirnya kami mendapatkan juga yang namanya aktif speaker. Tanpa banyak bla-bla-bla, kami putuskan langsung pulang. Nah.., ketika kami turun dan nyampe lante dua, Ima nyeletuk, “Mas, ada toko kaset tuh.” Ya sudah, kami akhirnya nyoba masuk ke toko itu. Saya telusuri rak-rak kaset itu dan akhirnya nyerah. Kemudian bertanya pada penjaga toko. Adakah kaset ERK di sini. Ternyata jawabannya sama saja, gak ada…. Yah, daripada lebih kecewa, akhirnya kamipun pulang.

→ 1 CommentCategories: diriku · have fun
yang berkaitan: , , , ,

Tak Pernah Benar-benar Mengada

3 Mei 2008 · 2 Comments

Dan engkau
Menemukanku
Yang terduduk sendiri
Dan kemudian engkau menghampiriku

Engkau hadir
Disaat aku sedang tak percaya
Dengan sedu sedan cinta
Namun entah mengapa
Hatiku berkata
“Berilah dirimu sendiri sebuah kesempatan”

Namun..
Jatuhnya daun berkata lain
Mentari yang berganti bulan menakdirkan
Engkau terlepas dariku
Karena bagimu
Aku tak pernah benar-benar mengada dihidupmu

→ 2 CommentsCategories: diriku
yang berkaitan: , , ,