ngodod

Aku, Twitter dan Buku

Posted on: 4 April 2011

Beberapa hari yang lalu…

Di sebuah siang, tak terik memang, namun tak begitu sejuk pula. Desingan mesin bubut terdengar dari sebuah ruangan berdinding anyaman bambu. Bengkel bubut itu memang sungguh laris, tak henti motor datang dan pergi.

Aku terduduk di sebuah kursi kayu yang terletak di teras bengkel itu, asyik sendiri dengan ponselku. Sambil terus memencet tuts keyboard kecil ponselku, terkadang aku tertawa sendiri. Ya.., kicauan orang-orang di linimasa Twitter, status Facebook atau sampah-sampah elektronik di emailku, akibat kelakuan sableng sekelompok manusia kurang waras ini, sukses membuatku tertawa terpingkal-pingkal.

Sebuah hari, beberapa tahun yang lalu…

Kuampret betul maskapai ini. Kadal buntung ketela busuk. Ingin rasanya aku mengumpat para laki-laki dan perempuan yang sedang duduk di belakang meja kecil itu, tapi apa guna, mereka cuman sekedar pekerja teknis, bukan pengambil kebijakan. Tapi ini menjadi kesempatan bagiku untuk menyelesaikan buku laknat ini. Buku yang membuatku penasaran.

Halaman demi halaman sampai akhirnya sebuah peringatan panggilan yang ditujukan kepada para penumpang pesawatku mengabarkan bahwa para penumpang diharap untuk segera naik ke pesawat. Akhirnya, satu jam lagi aku akan menginjakkan kaki kembali Jogjakarta. Dadah Jakarta. Sampai jumpa lagi Soekarno-Hatta.

Berkat ponsel pintar, media sosial dan berlimpahnya akses internet, kebiasaanku menghabiskan waktu menunggu pun menjadi berubah. Bagaimana dengan anda?

10 Tanggapan to "Aku, Twitter dan Buku"

Dulu kalau menunggu kamu memperkaya jiwamu, sekarang kamu memperkaya sosialmu–yang juga mengisi jiwamu.😛

aku rindu baca buku…😥

aku ada buku yang sudah 3 tahun lebih belum selesai aku baca😐

Yang jelas aku jadi kurang peka lingkungan. Lebih suka menghabiskan waktu onlen.

iya sih, jadi kurang peka terhadap lingkungan

kalau di toko buka suka kalap membeli, sampe rumah hanya dijadikan bantal😀

Jess tenan kang mas….

*Wong aneh…. Komentar dewe dibales dewe.*

EH kok Lini RSS Muhammadiyah sampean masih lari ke Sub Domain UMM?

wogh…, lha aku njupuk rss seko web resmi Muh je, Kang. *senggol Mas Iwan*

hehe, memang sebal rasanya menunggu, tapi dinikmati dengan membaca buku pun tak ada salahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • IMM Maksimalkan Peran dalam Bidang Politik dan Sosial Masyarakat
    MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menegaskan gerakannya untuk menuju Indonesia Berdaulat melalui kiprahnya di berbagai bidang. Dalam hal ini bidang Riset, Pengembangan dan Keilmuan (RPK) DPP IMM menunujukkan keseriusannya dengan mengadakan workshop dengan tema “Reaktualisasi Ilmu Pengetahuan Untuk I […]
  • Busyro : Melawan Korupsi Tidak Perlu Menunggu Hari Anti Korupsi
    MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menutup Tanwir Pemuda Muhammadiyah di Tangerang berapa waktu yang lalu bahwa salah satu hal yang menyebabkan Indonesia kalah dalam daya saing dengan bangsa lain yaitu tingginya angka korupsi di Indonesia. Menyikapi pernyataan Presiden Jokowi tersebut, Busyro Muqoddas Ketua Pimp […]
  • Tanpa judul

Blog Stats

  • 45,807 hits
%d blogger menyukai ini: