ngodod

Posts Tagged ‘buku

Beberapa hari yang lalu…

Di sebuah siang, tak terik memang, namun tak begitu sejuk pula. Desingan mesin bubut terdengar dari sebuah ruangan berdinding anyaman bambu. Bengkel bubut itu memang sungguh laris, tak henti motor datang dan pergi. Baca entri selengkapnya »

Ada beberapa musisi yang memang bener-bener aku suka. Musisi yang seringkali berhasil memperbaiki mood-ku yang seringkali nggak stabil. Salah satunya adalah Kenny G. “Loving You” adalah komposisi yang paling aku sukai dari Kenny G (doh…, jadi inget ma seseorang kalo denger lagu ini). Namun untuk kali ini, bukan “Loving You” yang jadi topik bahasan, tapi “Against Doctor’s Orders”.

Yap…, nyaris sebulan aku tepar. Dada sesek gak karuan. Tiap kali tertawa hebat, tiap kali itu pula pasti akan diikuti oleh raungan batuk yang menyesakkan dada. Tiap kali melakukan aktifitas agak berat, badan langsung ngerasa capek. Paling aku benci adalah bagian terakhir ini, badan terasa meriang seharian, kalau keringatan, keringat dingin-lah yang keluar.

Pernah suatu ketika, sekitar 2001, dokter telah memintaku untuk berhenti merokok. Sesuatu yang bisa aku jalani selama beberapa waktu. Namun dalam waktu-waktu yang lain tidak mampu aku sanggupi. Seperti yang terjadi beberapa bulan terakhir. Beberapa bulan terakhir aku merokok lagi, setelah sukses berhenti selama dua tahun. Beberapa orang kebingungan ketika melihat aku merokok lagi, sesuatu yang wajar. Bahkan ada yang menduga, aku sedang mengalami patah hati kelas berat.

“Tuhan sembilan senti” itu memang benar-benar berhasil membunuhku. Pada minggu-minggu mendekati akhir Februari, kondisi fisik sudah benar-benar drop. Stamina ngos-ngosan. Sekedar bersepeda dari Nitikan ke Baciro, rute harian kosan-kantor, saja aku sering ngerasa kecapaian. Kepala juga jadi gampang pening.

Thanks God, sekarang dah mendingan. Meski dada terasa masih suka sesek, tapi masih dalam batas toleransi. Jadi, dalam waktu dekat ini, kemungkinan besar akan balik lagi ke dunia, setelah menghilang selama beberapa saat.

Pelajaran positif dari kejadian ini, aku sudah menghabiskan 3 novel, 3 kumpulan cerpen, 2 buku, lebih dari 10 tutorial ringan, dan tahu kabar terbaru soal perartisan alias penikmat infotainment.

*Doh…, baru tau aku kalo tenyata Ahmad Dhani sama Maia itu sudah cerai dan ternyata Julia Perez itu sudah punya suami.*

Aku tak pernah menyangka, bahwa aku akan mempunyai kehidupan yang cukup teratur.

Pekerjaan berlabel kantoran itu telah membuat hidupku jadi lebih teratur. Tidur teratur, makan teratur, dan bangun teratur merupakan sebagian akibatnya. Meskipun ketika aku sudah merasa sangat jenuh, terkadang aku melakukan sedikit freestyle, seperti dengan membiarkan kontrakanku menjadi berantakan seperti kapal kena bom.

Siang tadi aku koprol ke bank langganan. CUman pengen printout buku tabungan aja sebenernya. Tapi eh ternyata, aku harus ganti buku tabungan sekalian. Karena yang namanya buku tabungan sudah kehabisan halaman kosong buat ngeprint catatan transaksi. Seumur-umur nabung, baru kali ini bisa sampe ganti buku tabungan. Empat rekeningku terdahulu, selalu sukses dimatikan oleh bank karena ndak pernah ada transaksi. Karena males banget untuk pergi ke bank. Walau punya rekening, duit hasil nguli paling cuman disimpen dalam bantal dompet.

Pekerjaan kantoran itu menerapkan pembayaran upah bulanan melalui transfer ke rekening bank para pegawenya. Itulah kenapa, yang namanya tabungan, masih bisa sampe berumur panjang seperti sekarang. Huahahahaha…

Dulu, aku paling seneng ngubek-ngubek shopping center. Apalagi lo pas abis gajian ato dapet kiriman dari ortu. Cuman sekedar jalan-jalan ato hunting buku-majalah bekas. Paling demen nyari buku-buku yang udah bulukan, yang udah bau kertas lama gitu. Apalagi kalo waktu itu pas langit cerah sehabis hujan turun. Wuih…, bau tanah basah menambah sensasinya.

Belum lagi ditambah perjuangan, kalo nyari buku yang udah lama banget. Seperti ketika salah satu temenku yang sempet memberi tahu kalo masih ada buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”-nya Ibu (Kita) Kartini yang terbitan taon 1972. Yang bahasanya masih dejang-dejang itu (baca: ejaan lama). Kabar yang membuatku sampe rela berjam-jam ngubek-ngubek, sampe akhirnya ketemu dan dapet. Meskipun sayangnya, sekarang aku ndak tau lagi dimana lagi rimbanya tuh buku.

Tapi itu dulu, sekarang Shopping Center dah berubah. Sekarang dah jadi lebih tertata. Bangunannya pada permanen. Gak lagi pada pake dinding seng ato kayu seperti dulu. Sekarang sudah beralas tegel. Udah gak beralas tanah lagi. Sekarang, harga-harga buku di sana, nggak semiring dulu. Sekarang dah nggak berbeda jauh dengan toko buku yang banyak bertebaran di Jogja ini. Jadinya sekarang aku males kalo pergi ke sana. Jadi kangen sama Shopping yang lama.

Gambar di-colong dari sini.


Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 46,250 hits