ngodod

Archive for the ‘komputer’ Category

Lama gak buka Kambing, ada sesuatu yang berbeda. Ternyata Kambing dah ganti domain. Gak pake [dot]edu lagi, tetapi pake [dot]ac[dot]id. Sementara sih, yang [dot]edu masih tetep bisa dipake. Tapi ke depannya bakalan dimatiin tuh domain. Jadi yang ambil mirror, rsync ato kawan-kawannya, lebih baik kalo di-update dari sekarang, Monggo….

Iklan

Bekerja di depan komputer selama berjam-jam hampir tiap hari terkadang menjemukan. Hal yang mungkin terjadi, meskipun kita menyukai bahkan mencintai pekerjaan kita. Temen saya punya trik sederhana, yang akirnya saya coba dan bagi saya juga jitu, yaitu dengan sering mengganti wallpaper. Hampir dua minggu sekali saya mengganti wallpaper saya. Pernah make wallpaper kartun, gambar mobil, gambar pemandangan, atau animasi.

Kepala terasa relatif lebih fresh setelah mengganti wallpaper. Ada suasana baru yang muncul setelah itu. Semangat kerja pun muncul lagi. Sepele sih, tapi itu berguna buat saya. Mungkin anda juga perlu mencobanya.

FireFTP

Posted on: 5 November 2008

Kekuatan Firefox itu memang di add-ons-nya.

Firefox (FF) sekarang menjelma jadi browser yang sangat populer. Nyaris semua web developer menggunakan FF sebagi web browser standarnya. Mungkin FF tak seringan Opera, bahkan FF masih kalah ringan dengan Chrome. Tapi memang, kekuatan FF ada pada add-ons-nya. Seperti yang sekarang aku pake, FireFTP. Add-ons FF untuk FTP client.

Menurutku, FireFTP lebih dari cukup kalo kita hanya sekedar membutuhkan FTP Client. Nggak makan memori banyak, secara dia include bareng FF. Anda tertarik mencoba?

Sebuah postingan ra mutu, sekedar biar nggak dicap sebagai ciken updet. Maaf kalo tulisan di bawah ini rada kenthir, ndak berguna dan membuat anda semakin bingung.

programmerTulisan ini diinspirasi oleh sebuah kecelakaan yang terjadi akibat hobi Gun, yaitu ngantuk, membuatnya sempat bertindak bodoh. Dengan tanpa merasa berdosa dan bersalah, Gun telah menghapus folder XAMPP dari laptop Djendelo-nya. Yang berakibat apache-mysql-php nya ndak jalan lagi. Kemudian ketika Gun menginstall ulang XAMPP, apache tetep ngeyel ndak mau jalan. Hal ini terjadi karena apache sedang bertengkar dengan suku Indian lain untuk berebut daerah kekuasaan.

*kalimat terakir kui opo???? kok ra nyambung blasssss. dasar sing nulis ndolop.*

Nah…, biasanya, saya dulu suka sekali dengan eror seperti ini. Karena masih ndak tau cara menyelesaikannya, maka kejadian langka ini saya selesaikan dengan cara menginstall ulang Djendelo. Namun, setelah googling sana-sini ditambahi dengan mbaca notifikasi erornya, saya berkeyakinan bahwa meskipun XAMPP sudah diinstal ulang, port 80 yang merupakan port default dari port apache, masih dipergunakan oleh XAMPP yang lama. Sehingga meskipun apache XAMPP yang baru maksa ndusel-ndusel untuk ngeyel make port 80 itu, tetep saja ndak mau. Karena apache dari XAMPP yang lama masih berkuasa penuh atas port itu.

Lalu bagaimana menyelesaikannya? Tanpa harus menginstall ulang Djendelo? Kan makin sering install ulang Djendelo bajakan, makin menumpuk dosanya. Benul ndak?

Begini. Langkah pertama. Install ulang XAMPP anda. Hajar saja seperti biasanya anda menginstall XAMPP itu. Saran saya, kalo anda sering make php-mysql buat kerja, opsi “install as a service” dari apache dan mysql nya di centang saja. Blu3x… Beres… Setelah selesai install, pasti ada notifikasi apachenya ndak mau jalan. Biarin aja. Yang jelas, jangan banting laptop ato komputer anda, banting saja pacar anda ke kasur.

Langkah kedua. Buka Perambah Djendelo, langsung tuju folder hasil instalasi XAMPP anda. Cari folder apache. Betul, folder apache, bukan folder mi**bi. Di dalam folder apache itu, ada folder namanya conf. Nah.., di dalam folder conf itu, ada file namanya httpd.conf. Klik aja pas file itu, buka dengan text editor kesukaan anda. Notepad saja boleh. Namun yang lebih asik malah Notepad yang ada plus-plus nya itu.

Langkah ketiga. Pencet aja Ctrl+F alias cari. Ketik aja di djendelo pencarian itu angka “80”. Itu angka keramat apache. Kalo anda ndak salah ngetik dan nggak salah liat, nantinya akan langusung menuju ke tulisan: “Listen 80”. Ganti tulisan laknat itu dengan menambahkan angka “80” di belakangnya. Jadi nantinya tulisannya menjadi “Listen 8080”.

Langkah keempat. Lanjutkan pencarian anda menggunakan djendelo cari tadi. Cari lagi angka “80” selanjutnya. Insya Allah akan ditemukan tulisan seperti ini: “ServerName localhost:80”. Ganti tulisan cabul itu dengan menambahkan angak 80 di bagian belakangnya. Jadinya nanti tulisan itu akan berganti menjadi “ServerName localhost:8080”. Simpan perubahan dengan mencet Ctrl+S. Ato terserah sampeyan gimana caranya, pokoknya perubahan itu di-save.

kalau anda bertanya kenapa menggunakan angka 8080 dan bukan angka lainnya? Itu pertanyaan bagus. Port 8080 merupakan port https. Sehingga kemungkinan port itu masih lowong nyaris absolut adanya. Apa itu https? Coba anda tanyakan sama Mbah Sok Tau Ini.

Langkah kelima. Restart komputer anda. Kalo ndak di restart, biasanya Djendelo akan tetep ngeyel ndak mau njalanin apache nya.

Langkah keenam. Setelah restart, buka internet browser anda. Ketikkan di address bar-nya “localhost:8080”. Insya Allah bisa jalan lagi apache jenengan. Biar ndak ribet, bookmark aja halaman “localhost:8080” di internet browser anda. Biar ndak nulas-nulis terus.

Oh ya…, pesan terakhir. Menurut saya, sebaiknya anda menggunakan interner browser bermerek Opera saja. Enting polll. Ini bukan ngiklan lo…..

gambar diembat dari sini dan ini adalah daftar pustakanya.

Mereka memang membingungkan, tidak seperti kalian

Karena hanya kita tak mau keluar dari zona nyaman itu.

ubuntu logo

ubuntu logo

Semalam dan tadi pagi aku asik utek-utek Ubuntu Desktop-ku. Install berbagai macam program. Dengan cara yang “gak jantan sama sekali”, menggunakan Synaptic. Aku tinggal main ketik paket apa yang aku cari, Synaptic secara otomatis akan mensortir menuju paket yang dimaksud. Kemudian klik kanan pada paket yang dimaksud, pilih “Mark for Instalation“. Hup…, Ubuntu akan secara otomatis mengunduh, menyimpan, mengekstrak, lalu mengkonfigurasi, kemudian menginstall sendiri paket tersebut. Aku tinggal ongkang-ongkang menunggu hasilnya. Sambil nge-plurk, chatting dan browsing. Se-simpel itu.

Berbagai macam paket sudah ada di repository Ubuntu. Nyaris semuanya ada. Dengan Synaptic, aku tak perlu susah-susah melakukan kompilasi sendiri paket. Jadi tak ada tuh yang namanya

tar xvfz namapaket

cd namapaket

./configure

make

makeinstall

Uenak bener. Jadi, buat apa harus susah-susah merogoh kantong dalam-dalam untuk beli software propertiary yang jago nge-hang dan berkawan akrab dengan virus? Bagiku, kalo untuk kebutuhan sekedar mengetik saja, mengapa tidak pindah ke Linux (Ubuntu)?

Gambar diembat dari sini. Khusus Pepeng, gambar ini wajib dibuka.

Kenal browser ini dari kolega kantorku. Berbasis dari Firefox dengan berbagai macam fasilitas tambahan. Yang paling aku sukai adalah kemampuannya untuk memanajemen akun blog dan email. Tinggal klik, langsung log-in. Semudah itu.
Lama banget pengen makenya, tapi karena lappie yang aku pake lemotnya minta ampyun, keinginan itu harus dipendam dalam-dalam. Beberapa hari yang lalu aku buka gugel rederku, kebetulan aku langganan salah satu blog yang ngebahas soal Ubuntu. Secara aku penggemar berat nih OS. Pas dragging baca-baca sekilas, ada tulisan soal bagaimana install Flock di Ubuntu. Jah.., seperti ketemu barang ilang, keinginan untuk install Flock muncul lagi. Secara sekarang lappie kantor yang kubenci tapi kucinta ini sudah kuinstall Xubuntu.
Akhirnya, aku bisa nyoba Flock juga tampa harus ketakutan lappie nge-hang. Happy blogging…

Tags: , , ,


Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 46,468 hits