ngodod

Earth Hour, Hemat Energi dan PLN

Posted on: 28 Maret 2011

Banyak yang bersimpati dan mendukung Gerakan Earth Hour. Namun banyak juga yang nyinyir dan mencibir. Gak becusnya Pemerintah mengelola Negara, tak ayal membuat masyarakat kita menjadi masyarakat nyinyir.

Semangat Earth Hour adalah semangat hemat energi, semangat bagaimana untuk menjaga keberlangsungan bumi. Satu-satunya tempat, sampai saat ini, yang bisa ditempati peradaban manusia.

Satu bumi lebih dari cukup untuk orang-orang yang sederhana, namun tiga bumi tidak akan cukup bagi orang yang serakah. (Mahatma Gandhi)

Berbicara energi, tak akan bisa dilepaskan dari pembicaraan mengenai listrik. Listrik saat ini menjadi kebutuhan primer. Hampir semua perangkat di sekitar kita menggunakan energi listrik. Di Indonesia, listrik tak bisa dilepaskan dari PLN. Satu-satunya perusahaan yang punya kuasa penuh atas listrik di Indonesia. Sebuah konsekuensi dari pelaksanaan Undang-Undang Dasar dimana sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh (perusahaan) negara.

PLN, akronim dari Perusahaan Listrik Negara, kadang sering diplesetkan menjadi Perusahaan Lilin Negara. Plesetan yang muncul karena hobi PLN yang sering mati tanpa kenal waktu, tanpa kenal sebab. Pembangkit listrik (PLN) di Indonesia sendiri masih banyak yang menggunakan bahan bakar fosil. Bahan bakar tak terbarukan yang, tentu saja, menghasilkan karbon sebagai sisa pemrosesannya.

Dua fakta inilah yang menjadi sorotan nyinyir pihak yang kurang bersimpati, untuk tidak mengatakan menolak, dengan Gerakan Earth Hour. Bagi saya, persoalan PLN dan semangat Earth Hour adalah dua hal yang berbeda, meski bersinggungan. Mematikan lampu hanyalah selebrasi dari Earth Hour.

Yang perlu tetap kita jaga dari Earth Hour adalah semangatnya, semangat menjaga kelestarian bumi. Tak hanya dengan mematikan lampu, namun masih ada satu juta cara lain. Seperti dengan menggunakan sepeda atau transportasi publik (yang gak nyaman itu) sebagai alat transportasi, menanam pohon di sekitar tempat tinggal kita, memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, mencetak bolak-balik dan masih banyak cara lain.

Itu menurut saya, bagaimana dengan anda…?

3 Tanggapan to "Earth Hour, Hemat Energi dan PLN"

Sebetulnya kalau tidak mau dukung Earth Hour kan gak papa ya. Tapi kalau sampai nyinyir, apa sih yang sebetulnya mereka dapatkan? Aktualisasi diri pa ya?

menurut saya mematikan lampu 1 jam memang tidak akan banyak membantu. itu hanya momentum yang digunakan untuk mengingatkan pentingnya menghemat listrik.

jadi sebetulnya yang penting bukan ikut serta dalam seremonialnya, tapi lebih pada kesadaran menghemat listrik dalam kehidupan sehari-hari ( ini alesan orang yang nggak ikutan Earth Hour seperti saya untuk ngeles :p )

Btw, salam kenal, mas :)

everyone have their own reason, klo menurut saya sih mungkin mereka blum paham betul tentang masalah ini

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Gubernur Jatim: Muhammadiyah Harus Terus Mengambil Peran Penting di Masyarakat
    Malang- Muhammadiyah diharapkan tetap mengambil peran penting dalam melakukan pendampingan masyarakat miskin agar tidak semakin lebar jurang pemisah dengan orang kaya. Salah satu fungsi ummatan wasathan adalah menjaga keseimbangan ditengah disparitas kaya dan miskinm. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam Pengajian Ramadhan 1436 Hijriyah ya […]
  • Pemikiran Ahmad Dahlan Menjadi Bekal Institusi Pendidikan Hadapi MEA
    Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjelang akhir tahun 2015 ini, tak hanya pemerintah dan masyarakat yang diharuskan untuk menyiapkan dirinya menghadapi persaingan global ini. Namun dunia pendidikan pun tak kalah pentingnya harus menyiapkan pula bagaimana sistem pendidikan saat ini, dapat menopang anak didiknya untuk bisa siap menghadapi MEA. Demiki […]
  • Serangan di Tunisia, Perancis, dan Kuwait Bertentangan Dengan Ajaran Islam
    Yogyakarta- Tindak kekerasan yang dilakukan di Tunisia, Kuwait dan Perancis merupakan perbuatan yang tidak berperi kemanusiaan. Mereka yang membunuh orang yang tidak berdosa atas dasar apapun, baik sebagai aktor ataupun dalang, adalah dosa besar dan kejahatan kemanusiaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Pimpinan Pusa […]

Blog Stats

  • 43,490 hits
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: