ngodod

Intelektual vs Ayah

Posted on: 11 Januari 2011

Sebuah penggalan obrolan antara 3 laki-laki. Seorang laki-laki muda belum berkeluarga (A), laki-laki muda yang baru saja menikah (B) dan seorang laki-laki paruh baya yang cukup lama menikah (C). Dua laki-laki terakhir juga dikenal sebagai intelektual muda.

A : Kang C, sekarang tinggal dimana? Trus istri tinggal dimana?
C : Solo..
B : (Memotong jawaban C) Ah…, bagi seorang intelektual, geografis sudah bukan halangan lagi. Sudah post-geografis, melampaui geografis.
A : Iya, bagi seorang intelektual, geografis tak penting lagi. Namun masih jadi hal penting bagi seorang ayah.
C : Hahahaha…. Sepakat.
B : (melongo)…

Ilmu memang melampaui batasan, seperti ruang dan waktu. Namun bagi seorang ayah, ruang dan waktu adalah fenomena tersendiri. Sebagai seorang ayah, laki-laki tak mungkin menafikkan begitu saja intensitas pertemuan fisik dengan keluarganya yang tentu membutuhkan ruang dan waktu.

Iklan

1 Response to "Intelektual vs Ayah"

Selamat menjadi ayah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Dobosan Paling Laku

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 46,250 hits
%d blogger menyukai ini: