ngodod

Pilkada Tanpa Pemilih

Posted on: 14 Desember 2008

Hari Rabu kemarin, temenku yang penjaga web salah satu kaukus pemantau pemilu itu datang ke Jogja. Lama sudah kita nggak ketemu secara fisik. Orangnya asik, enak diajak ngobrol. Hingga di sebuah obrolan, ada yang sempet membuatku miris. Ketika dia bercerita, tentang realitas Pilkada di beberapa daerah. Terutama di luar Pulau Jawa.

Ternyata, adalah hal yang jamak, bagi para peserta Pilkada untuk membeli kartu tanda pemilih yang didapat secara gratis itu. Tujuannya jelas, agar jumlah suara lawan politiknya tidak bertambah sedangkan jumlah suaranya sendiri tetap dan tidak berubah. Damn, gilak… Prakteknya, untuk membujuk rayu para pemilih untuk mau “menjual” kartu tanda pemilihnya dengan kalimat yang sangat halus. Seperti dengan, “Untuk bapak atau ibu yang tidak mempunyai waktu atau kerepotan untuk datang mencoblos, ya… kami bisa membantu. Daripada kartunya tidak dipergunakan, kami bersedia mengganti satu kartu dengan sejumlah uang.” Ada di suatu daerah dimana setiap satu kartu tanda pemilih itu dihargai sebesar 20rb rupiah. Itulah harga demokrasi.

Kenapa masyarakat mau menjual kartu tanda pemilihnya? Pertanyaan lanjutan itu terjawab sudah. Cerita berlanjut dengan cerita bahwa sebenarnya masyarakat sudah jenuh dengan demokrasi. Toh siapun yang terpilih tidak akan merubah kondisi mereka sekarang. Masyarakat sudah apatis. Meskipun sudah berganti pemimpin, mereka tetap akan harus terus bekerja keras agar bisa makan dan bayar kontrakan, harus tetap terus membayar tetek-bengek ini-itu agar anaknya bisa terus bersekolah, tetap harus membayar mahal ketika berobat ke dokter. SIAPAPUN PEMIMPINNYA, TIDAK ADA YANG BERUBAH. SEMUA PEMIMPIN ITU SAMA. Gambaran sebuah apatisme akut akan demokrasi di negeri ini.

Jujur, aku menjadi takut dengan kedatangan Pemilu 2009. Apakah hanya akan menjadi sebuah melodrama selanjutnya dari demokrasi di negeri ini? Melodrama menye-menye seperti sinetron-sinetron kejar tayang itu. Tontonan yang selalu berhasil membuatku ingin mematikan televisi karena hanya akan membuang-buang listrik dan waktu. Sebuah tontonan tak berguna.

Iklan

7 Tanggapan to "Pilkada Tanpa Pemilih"

saya jadi meragukan…apakah pemilu, pilkada dan pil-pil yang lain masih menunjukkan demokrasi yg sesungguhnya?? saya koq malah kuatir pemilihan itu sudah kehilangan makna dan substansinya…

was kowe..!!!
nek aku nyalon jadi caleg..!!!

ra milih aku…tak pateni kowe…!!!!

Ak udah apatis dr dl.. Milih ndak milih sama aja.. Cuma pengen ubyang ubyung ketemu temen2 di kampung yg ngurusin TPS..

kata Om hidayat golput itu haram . . . katanya andai kata tidak ada yang memilih dosa nggak ya semuanya . . . atau cuma dosanya di tanggung ketua MPR dpr he he he he

Kalau melihat perkembangan dari pilkada jatim, ini juga akan lebih mengerikan lagi efeknya pada Pilpres, bayangkan jika ada capres yang kalah merasa tidak terima dan melakukan gugatan hukum dan diputuskan dilakukan pilpres ulang 😀 huaaa bisa hancur negara ini.

*btw eniwey buswey pantesan ajah keyboard gua panas, ternyata nama gua disebut-sebut odong di blog dia toh 😀

Lhooo….???

Pertanyaan yang aneh….

Dulu yang maksa-maksa pemerentah untuk njalanin sistim pemilihan kepala daerah model pilih langsung, siapa coba….???

Kok sekarang nyalahin pemimpinnya….

Yelan tuh, demokrasi….!!!

🙄

Kayaknya pil-pil itu sudah harus dilaksankan secara bersamaan satu kali untuk semua seperti usulan JK, karena jika seperti sekarang, sebentar2 dipanggil memilih gubernur, sebentar2 dipanggil bupati/walikota, nanti legislatif, ntar lagi presiden/wapres, kemudian kepala desa atau bahkan pemilihan ketua RT……. bosan deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Pendidikan Karakter Sebagai Modal dalam Persaingan Era Multidigital
    MUHAMMADIYAH.OR.ID, CIREBON – Karakter memiliki daya pegaruh yang tinggi terhadap pikiran, tindakan dan perilaku, tutur kata, dan dikemas dalam bingkai agama sebagai bagian dari norma. Seseorang harus berhati-hati terhadap perilaku, karena menjadi salah satu faktor penentu masa depan. “Karakter menentukan nasib ke depan, Berprestasi atau menjadi orang gagal […]
  • Pentingnya Menanamkan Nilai Kemandirian Bagi Generasi Muda
    MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Jumat (13/4) mengadakan Stadium General dengan tema Profesionalitas Islami Mewujudkan Wirausahawan yang Menginspirasi. Acara ini merupakan rangkaian Milad FAI UAD yang ke-22. Ahmad Syauqi Suratno, wakil ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) Mu […]
  • Peluang dan Tantangan Dakwah Muhammadiyah di India
    MUHAMMADIYAH.OR.ID, INDIA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah resmi melantik Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) India pada Jumat (20/4) bertempat di Jawaharlal Nehru University (JNU). Dikatakan Ketua PCIM India, Brenny Novriansyah Ibrahim, terdapat beberapa peluang dan tantangan dalam menyebarkan dakwah Muhammadiyah di India. Diantaranya tantangan […]

Blog Stats

  • 46,918 hits
Iklan
%d blogger menyukai ini: