ngodod

Trauma dan Usia

Posted on: 20 Oktober 2008

Usiaku belum pula menginjak kepala tiga. Basis finansial juga pula belum terasa cukup memadai untuk berumah tanggga. Tapi orang-orang sekelilingku sudah meributkan kapan aku akan menikah. Tak bolehkan aku masih ingin menikmati kesendirianku?

Aku cukup trauma, sampai sekarang, untuk mempunyai komitmen serius dengan perempuan. Berkali-kali berkomitmen, berkali-kali itu pula mereka meninggalkanku. Meninggalkan…, sebuah bahasa lain untuk tidak menyebut kata khianat.

Hingga akhirnya saat ini aku masih memilih untuk sendiri dulu. Berkonsentrasi dengan diriku sendiri. Mencoba memenuhi impian-impian kecilku. Seperti hobi sepedaan dan bermain-main dengan komputer.
Pun terjadi lagi. Meskipun jujur, harus aku akui antara senang dan tidak senang, ketika tiba-tiba dua orang temanku bertanya mengenai sesunguhnya apa yang terjadi antara aku dan mantanku dulu. Mereka bertanya di saat yang bagiku kurang tepat, ketika aku masih sedang asik mencoba-coba sebuah software baru.

Mereka kurang begitu respek ketika aku menjawab dengan sekenanya, sambil terus tetap asik dengan laptop yang ada di depanku. Sampai akhirnya seseorang dari mereka menutup layar laptop dan meminta aku untuk memberi perhatian lebih pada percakapan itu. Memang akhirnya aku memilih mengalah, karena mereka adalah dua sahabat lama. Mereka berdua juga cukup dekat dengan mantanku.

Meskipun menurutku sebenarnya apa yang sudah berlalu biarkanlah berlalu. Meski di sisi lain, dengan melontarkan pertanyaan mengenai kejadian tersebut, aku juga merasa gembira. Itu sebuah pertanda, bahwa aku masih ada dalam hati mereka. Namun masih ada satu pertanyaan yang menghantuiku, apakah memang benar, perempuan itu jauh lebih penting dari komputer? Sehingga sampai harus mengganggu kesenanganku.

6 Tanggapan to "Trauma dan Usia"

mungkin lebih detailnya kamu buat postingan ttg mantan kamu dulu,siapa namanya , kuliah/kerja dimana,photo kalian semasa dulu…terus tanyakan pendapat teman teman ini?
Gimana….???

ide brilian mas iman… bisa orgasme ma komputer po sampean kang. hahaha…

waduh mesakke tenan Dong… bayak tekanan dari orang-orang yg mungkin ahistoris. He..he…

kok gitu ya.. aku malah heran dg orang ngebet nikah padahal bekal belum cukup. Menurutku yg seperti itu malah kurang bertanggung jawab gitu..

semua akan indah jika waktuna maz..

teutaplah mebuka diri,jan9an menutup hati yakh..
karna menyembuhkan trauma ituh susah,tp bisa asal mau berusaha..
ceman9aaadd..!!

iseng2 browsing krn ga da kerjaan, eh…ternyata nemuin blog ini. kayaknya aku kenal sama yg nulis di blog ini. dan ternyata benar! aku kenal!
hmm…mungkin terlambat menanggapinya.
aku kurang setuju klo njenengan mengatakan mereka (para mantan*) menghianati njenengan, harus dikaji dulu apa masalahnya sampe mereka pergi. sebagai perempuan…aku prihatin dg sebutan penghianat yg ditujukan pada mereka yg meninggalkan njenengan.
awalnya kan baik-baik…yah…selayaknya, klo harus diakhiri, yah diakhiri dg baik2 pula…(^_-), bukan begitu?
tetep semangat pak! pasti bisa menemukan cinta sejati dan jangan pernah menutup hati, hehe….ingat sama ibu di rumah tuh…sendirian, ga da yg bantuin masak dan bersih-bersih rumah (^_^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Dobosan Paling Laku

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 45,796 hits
%d blogger menyukai ini: