ngodod

Misuh

Posted on: 16 Agustus 2008

Salah satu kebiasaan burukku adalah misuh, ngunek-ngunekke, mengumpat ato mengata-ngatai. Meskipun ndak kasar banget, tapi tetep, menurutku itu kata-kata yang sebaiknya tidak diperdengarkan kepada beberapa pihak. Seperti yang terjadi ketika aku jadi sopir perjalanan Jepara-Jogja mengantar keluarga temenku.

Kebetulan aku dimintain jadi sopir untuk kakak temenku yang juga membawa serta keluarganya. Lengkap dengan anak, istri, perawat bayi dan mertuanya. Anaknya baru satu orang dan berusia dua tahun. Sedang lucu-lucunya.

Tau sendirilah, yang namanya jalanan luar kota itu seperti apa. Yang namanya bis AKAP itu memang kalap, mereka merasa sebagai penguasa tertinggi jalan raya. Ada sebuah momen dimana aku disalip oleh sebuah bis AKAP. Momen dimana, menurutku jarak yang tersisa untuk sebuah bis menyalip cukup sempit. Namun, yang namanya bis itu tetap nekat menyalipku.

Konsekuensinya, dia akan langsung ambil kiri dan terus ngerem habis-habisan. Sontak, aku sempet rada kaget dan misuh, ”uedan….!!!”. Kata-kataku ternyata ditirukan oleh anak kakak temenku itu, yang kebetulan duduk dipangkuan ayahnya yang duduk di kursi penumpang depan. Pyuh.., lemeslah aku waktu itu. Aku baru sadar, anak umur segitu lagi getol-getolnya menirukan apa yang dilakukan orang lain disekitarnya. Aku langsung melihat ke arah belakang lewat spion tengah, menengok ke arah ibunya. Jah…, raut muka itu. Raut muka menahan marah dan kecewa. I know, I’ve made a big mistake.

Untunglah, tak lama kemdian, sang ayah mengalihkan perhatian. Karena pada saat yang bersamaan, sang anak mulai rewel karena merasa gak nyaman. Diajaknya sang anak untuk menyanyi lagu anak-anak. Ah.., tiba-tiba nostalgia itu kembali lagi. Aku ikut berdendang dan menyanyikan lagu-lagu yang dinyanyikan. Dan ternyata, aku hapal dan tau lebih banyak lagu anak-anak daripada kakak temenku dan istrinya itu. Pun akhirnya, aku mengajarinya menyanyikan beberapa lagu. Sesuatu yang cukup bisa mengurangi rasa bersalahku akibat kejadian sebelumnya.

*moral postingan ini: ojo seneng misuh, c*k…!

7 Tanggapan to "Misuh"

Jo suh misuh ae, cepet tuwek….hahaha….

Iyo, ojo sering nesu2, mengko cepet bungkuk. Wekekeke….

hehe..daku juga ngalamin tuch,lage nonton tipi trus daku teriak”bussyeeedd..!!la ponakan denger trus bil,apa ituh busyeed?ee.dia malah ngikut2 ,jadilah daku diomelin mamanya heheh

Kata-kata misuhnya diganti nama buah-buahan aja, Om! Lha…???

Uedan = jeruk

Pantes rak yo?

@ chocovanilla : beberapa temen di jawa timur mengubah misuh menjadi nama buah dan hewan seperti : jambu dan jangkrik.
Sekali-kali gak papa mas selama gak ada orang lain daripada dipendam dan jadi penyakit.

misuh ra pa-pa sing penting pas sindirian..kawus kowe piye jal?

Kalo temenku misuhnya pake merek…

Honda ki!
Siemens ki!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Dobosan Paling Laku

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 45,796 hits
%d blogger menyukai ini: