ngodod

Trip to Mataram; Part I : Rundown Persiapan yang (nyaris) Sempurna

Posted on: 13 Maret 2008

“Pas, itung-itunganku pas,” gumanku dalam hati. Aku selesai paking pakaian sekitar jam sepuluh pagi. Kemudian langsung cabut ke kantor, kopi file yang mo aku bawa ke Mataram. Di kantor, diselingi chatting dengan Ima dan Nia Kudus, kurang lebih jam sebelas seperempat aku bereskan urusanku di kantor. Balik lagi ke kosan, ambil tas plus minta dianterin Adnan ke Janti. Tapi sebelum ke Janti, sekitar jam duabelasan, aku bakalan mampir lagi di kantor dulu. Aku janjian dengan Mr. Kasdullah (nickname Bang Dullah di DotA) sebelum aku berangkat ke Mataram. Setelah itu langsung cabut ke pool Bis Safari di Janti. Jam satu kurang seperempat aku bakalan udah ditunggu ama bis yang akan membawaku menuju Mataram untuk pertama kalinya.

Tapi apa dinyana, aku lupa nggak masukin salah satu agenda yang rada penting, nyari celana tanggung buat bobo n jalan-jalan ke pantai. Ouch.., aku lupa. Padahal jam udah nunjukin jam setengah dua belas. Kata Adnan, aku harus milih antara mampir di kantor atau nyari celana di Beringharjo. Nggak bakalan keburu kalo aku maksain untuk ngejar dua-duanya. Akhirnya aku pilih untuk mampir di kantor. Ah.., kenapa yang satu ini terlewat. Andai aku masih punya waktu barang setengah jam saja, aku bakalan bisa nyari celana di Beringharjo.

Tapi it’s ok. Pasti ada hikmah dibalik ini. Emang bener, itunganku emang pas alias mepet. Jam satu kurang seperempat aku udah ada di pool bis. Begitu sampe, aku langsung lapor ke petugas tiket, sekaligus konfirmasi kapan bis akan datang. ”Setengah dua, mas,” jawabnya. Oke, kalau gitu aku masih punya waktu buat makan siang. Setelah toleh kanan-kiri, di sebelah selatan pool bis terlihat sebuah warung. Dari penampilannya, khas warung pecel lele Lamongan. Aku dan Adnan langsung cabut menuju warung tersebut. Tanpa dinyana, di warung itu ada Nasi Rawon. “Yiha…!!! I Love This Game…”

Sebelum rawon terhidang, aku sempetin nyari minuman plus doping kesayanganku. Rawonnya emang enak, sebandinglah dengan harganya yang lima ribu perak per porsinya. Sebenernya aku nggak bener-bener bisa menikmati rawonnya. Lha gimana, sambil terus menengok ke arah pool bis, khawatir lo tiba-tiba bisnya datang. Tapi ternyata, sampe aku selesai makanpun, tuh bis masih lum datang.

Berdua kemudian kami menuju ke pool bis lagi, Adnan gak bisa lama-lama nemenin aku di pool bis, karena diajengnya dah teriak-teriak memanggil. Biasa, kan Hari Minggu, waktunya untuk berkencan.

Kurang lebih pukul dua, bis yang akan membawaku datang. Hm.., gak tau kenapa, suasana hatiku gak gusar, cenderung seneng malah. Padahal sebelumnya udah ngebayangin harus melalui perjalanan selama sehari dua malam. Udah kebayangin bakal pegel nih pantat. Aku ngerasa tenang karena ngerasa bakalan mendapat sesuatu yang baik. Aku dapet tempat duduk deket jendela, my favor seat. Bisa ngeliat pemandangan soalnya.

Perjalanan menuju Klaten aku habiskan dengan ngobrol sama Dedy, kompatriotku selama diperjalanan. Pas bis masuk Klaten, hujan deras mendera, sekaligus menjadi teman pengantarku tidur. Penyakit lamaku kumat, tidur di perjalanan.

Tag:

1 Response to "Trip to Mataram; Part I : Rundown Persiapan yang (nyaris) Sempurna"

ayo DotA!!!!

ayo.. kapan..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Dobosan Paling Laku

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 45,796 hits
%d blogger menyukai ini: