ngodod

It’s a Home, Not Only a House

Posted on: 3 Maret 2008

Laki-laki yang baik, tidak akan hanya membangun sebuah tempat tinggal, yang hanya akan menjadi tempat menaruh barang dan numpang berteduh. Seorang laki-laki yang baik, akan membangun sebuah rumah, dimana semua penghuninya akan merasa nyaman di dalamnya.

Setiap orang mempunyai keinginan, mempunyai impian. Setiap orang mempunyai kegemaran. Setiap orang pun mempunyai idealisme. Semakin banyak orang, semakin kompleks pula keinginan, impian, kegemaran, idealisme yang berkumpul. Namun aku percaya, sekompleks apapun, kekuatan dialog yang dilandasi keterbukaan dan keikhlasan untuk mengerti satu sama lain akan lebih mudah bagi kita bertemu di sebuah titik.

Titik pertama seseorang akan merasa nyaman dalam sebuah komunitas adalah ketika seseorang itu sudah merasa bahwa dirinya dianggap “ada” oleh orang lain. Ia tidak merasa dinafikkan. Titik kedua adalah ketika seseorang itu merasa, bahwa ia “being” dalam komunitas itu. Bahwa ketika ia berada di tengah-tengah komunitas itu, ia merasakan bahwa ia sedang “dalam proses menjadi”. Ia sedang berada disebuah titik yang benar dalam kaitan untuk mewujudkan impian dan keinginannya. Ia sedang berada di sebuah tempat yang benar untuk mewujudkan mimpi dan keinginannya.

Membangun sebuah tempat tinggal (baca: house) memang tidak akan sekompleks ketika kita membangun sebuah rumah (baca: home). Membuat sebuah rumah untuk diri kita sendiri saja, seringkali kita merasa kesulitan. Tentunya sebuah proses yang lebih rumit yang akan kita hadapi apabila kita membangun sebuah rumah untuk orang lain.

Laki-laki yang baik akan tetap, dengan resiko apapun, berusaha untuk membangun sebuah rumah. Bukan hanya sebuah tempat tinggal. Bukan pula sebuah persinggahan.

Jadi, apakah kita akan membuat sebuah rumah atau sekedar tempat tinggal? Jadi apakah selama ini kita sudah menemukan rumah kita masing-masing?

Dan aku percaya dengan kekuatan cinta. Akupun percaya dengan kekuatan keikhlasan. Dan pun juga aku percaya, kita mampu untuk membuat rumah itu bersama, untuk kita dan mereka…

Catatan ringan sepulang minum kopi. Yang ikut bertanggung jawab atas inspirasi tulisan ini, super_doel, faiqfardian, poe_aja_deh. Terima kasih atas malam yang indah… Meskipun sebenernya aku capek berat.

1 Response to "It’s a Home, Not Only a House"

Wah Oom …
masuk kategori Arjuna Mencari Cinta ya.,… hiiihihi

dah ketemu belum tuh calon yang bakal ngejagain rumah-nya?

ya semacam itulah pakdhe Adhi… belum dapet nih calonnya. yang terakhir lepas lagi tuh. Hehehehe… Doain aja ya pakdhe Adhi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Dobosan Paling Laku

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 45,796 hits
%d blogger menyukai ini: