ngodod

karena dunia kita berbeda…

Posted on: 29 Februari 2008

Bukan, bukan mereka tak mau tahu. Bukan pula karena mereka tidak punya cukup pengetahuan untuk memahami. Namun hanya karena mereka butuh waktu untuk mengetahui dunia kita. Memang dunia kita berbeda. Bukan karena memang kita ingin membedakan diri dengan mereka. Tapi memang, kita berada di masa yang berbeda dengan mereka. Bukankan perbedaan itu yang membuat dunia menjadi indah… Mungkin menjadi tak bijak, memaksa mereka untuk memahami dan akhirnya menjadi “pengikut” dunia kita. Yang sekedar kita butuhkan adalah terus bergerak, memberikan bukti dan membiarkan “the invisible hand” membuat mereka mengerti dan memahami dunia kita. Karena yakinlah, kebenaran akan muncul dengan sendirinya…

Iklan
Tag:

2 Tanggapan to "karena dunia kita berbeda…"

wah…menunggu kebenaran muncul, membutuhkan kesabaran
masalahnya seringkali kesabaran sering terbatas kan?
😛

yoi mbak. orang sabar disayang Tuhan. terlalu sabar ditindas orang. kekeke….

kalo baca tulisanmu diatas, aku malah kelingan ama Dede Oetomo (penggiat Gay di Surabaya/Dosen Unair)… Dia selalu merasa terasing karena dunianya memang “lain” dari dunia umum… Atau jangan2 kecurigaanku terhadap kamu sejak awal ternyata benar, bahwa kamu memang….

kan kamu yang ngajari aku to…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Unisa Persembahkan Tenaga Kesehatan Terdidik Bagi Bangsa Indonesia
    MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Menyongsong peringatan hari ulang tahun ke-72 proklamasi kemerdekaaan RI, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) mewisudakan kurang lebih 589 mahasiswa. Semua wisudawan merupakan lulusan program studi bidang kesehatan yaitu Ilmu Keperawatan (84 orang), Fisiotrapi (100 orang), D3 Bidan (182 orang), dan D4 Bidan Pendidik (22 […]
  • Mengisi Kemerdekaan dengan Kembali Pada Pedoman Islam
    MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Adi Hidayat Penasihat Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM)Libya mengatakan bahwa pedoman hidup ummat Islam ada di dalam Al Quran. “Fungsi Al-Quran bukan bacaan biasa, tapi pedoman hidup. Dari Al Fatihah sampai An Nas semuanya mencakup pedoman hidup manusia,” ungkap Adi Hidayat, Ahad (13/8) dalam Tabligh Akbar Spesial […]
  • Batas-Batas dalam Kesenian
    Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam sebelumnya telah memutuskan masalah “Kebudayaan dan Kesenian dalam Perspektif Islam” pada Munas Tarjih ke-22 di Malang, dan telah ditanfidz oleh Pimpina Pusat (PP) Muhammadiyah serta dimuat dalam Berita Resmi Muhammadiyah No. 13/1995-2000, Syawwal 1420 H / Januari 2000 M. Mengenai sejauh mana kesenian yang bole […]

Blog Stats

  • 46,250 hits
%d blogger menyukai ini: