ngodod

Islamic Ethic on Economic…???

Posted on: 29 Februari 2008

Semalam, aku mengikuti sebuah diskusi terbatas. Yah, hitung-hitung refreshing. Diskusi mengenai “The Emerging of China”. Ada sebuah point menarik yang kurefleksikan, yang dari dulu selalu mengganggu isi otakku.

Kebangkitan ekonomi Eropa di abad ke-18 tak bisa dilepaskan dari Etika Protestan. Semangat mencari kecukupan materi, tak bisa dilepaskan begitu saja dari spirit keberagamaan mereka. Spirit inilah yang membuat mereka begitu bersemangat mengelilingi dunia mengumpulkan harta benda. Meski ada banyak pendapat juga yang meragukan kebenaran teori ini.

China, selama beberapa tahun terakhir, menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru dunia. Dengan pertumbuhan ekonomi dua digitnya, membuat negara ini melesat cepat. Beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak saja orang China yang masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia. Dalam diskusi semalam, ini jelas tak bisa dilepaskan dari Etika Konfusianisme. Spirit Konfusianisme menjadi semacam amunisi yang terus mengisi senjata yang tak pernah berhenti menyalak milik para pelaku ekonomi-politik China.

Bagi beberapa pengamat, kasus subprime mortgage yang melanda Amerika, yang mengancam terjadinya resesi ekonomi di Amerika, hanya akan mampu sedikit mengerem pertumbuhan ekonomi China. Dari yang sebelumnya 11 % per tahun menjadi 9% per tahun. China juga mempunyai sebuah keyakinan yang tinggi akan kemampuan mereka sendiri. Mereka tidak tunduk pada sebuah paksaan akan mekanisme pasar global. Mereka tetap akan melakukan privatisasi terhadap perusahaan-perusahaan milik negara, tapi dengan cara mereka sendiri. China menjadi sebuah negara yang independen. Dalam hal ini, China memang luar biasa.

Lalu, ketika dalam perjalanan pulang, otakku kembali mumet, munyeng dan mungklet. Adakah sebuah Etika Islam yang akan mampu mendorong sebuah perubahan revolusioner bisa terjadi di Indonesia? Yang katanya berpenduduk muslim terbesar di dunia ini? Pertanyaan yang bagi saya tak perlu dijawab dengan sebuah perdebatan-panjang-tanpa-kenal-lelah-dan-tanpa-spirit-dialog mengenai seperti apa itu sistem ekonomi Islam. Sebuah pertanyaan yang mungkin hanya bisa dijawab oleh para entepreneur-entepreneur muslim. Bukan oleh mereka, yang mengaku para ahli hukum-dan-ekonomi-Islam. Wallahu a’lam bis shawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Unisa Persembahkan Tenaga Kesehatan Terdidik Bagi Bangsa Indonesia
    MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Menyongsong peringatan hari ulang tahun ke-72 proklamasi kemerdekaaan RI, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) mewisudakan kurang lebih 589 mahasiswa. Semua wisudawan merupakan lulusan program studi bidang kesehatan yaitu Ilmu Keperawatan (84 orang), Fisiotrapi (100 orang), D3 Bidan (182 orang), dan D4 Bidan Pendidik (22 […]
  • Mengisi Kemerdekaan dengan Kembali Pada Pedoman Islam
    MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Adi Hidayat Penasihat Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM)Libya mengatakan bahwa pedoman hidup ummat Islam ada di dalam Al Quran. “Fungsi Al-Quran bukan bacaan biasa, tapi pedoman hidup. Dari Al Fatihah sampai An Nas semuanya mencakup pedoman hidup manusia,” ungkap Adi Hidayat, Ahad (13/8) dalam Tabligh Akbar Spesial […]
  • Batas-Batas dalam Kesenian
    Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam sebelumnya telah memutuskan masalah “Kebudayaan dan Kesenian dalam Perspektif Islam” pada Munas Tarjih ke-22 di Malang, dan telah ditanfidz oleh Pimpina Pusat (PP) Muhammadiyah serta dimuat dalam Berita Resmi Muhammadiyah No. 13/1995-2000, Syawwal 1420 H / Januari 2000 M. Mengenai sejauh mana kesenian yang bole […]

Blog Stats

  • 46,250 hits
%d blogger menyukai ini: