ngodod

drawn a line

Posted on: 29 Februari 2008

Have you ever drawn a line? Line that makes you feel comfort when you inside it. Even, with that line, you can’t move as much as you want to do.

Jujur aku pernah melakukannya, dengan cara mencintai seorang perempuan. Aku menciptakan batasan-batasan sendiri. Menciptakan hal-hal yang harus aku lakukan untuk bisa memenuhi segala tuntutan dan permintaannya. Aku terjebak dengan lubang yang aku ciptakan sendiri.

Ini mungkin hanyalah masalah perspektif. Tentang sudut pandang bagaimana kita melihat. Meskipun mungkin secara “obyektif”, apa yang dia tuntut, aku memang harus benar-benar melakukannya. Namun perspektif, yang akhirnya mempengaruhi niat kita melakukan sesuatu itu.

Dan aku memang telah melukis batas itu. Batas yang seharusnya tidak perlu aku buat. Karena batas itu tak perlu aku buat.

Jawabannya bukan pada akhirnya aku tidak boleh mencintai perempuan itu. Aku akan tetap mencintainya. Jawabannya ada pada aku harus merubah cara pandangku terhadap segenap tuntutan dan permintaannya. Bukankah kemerdekaan yang hakiki itu ada pada kemerdekaan untuk berpikir…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Dobosan Paling Laku

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 45,796 hits
%d blogger menyukai ini: