Tulisan ditandai ‘linux’
Atas Nama Mobilitas
Posted on: 16 Maret 2011
Akhirnya kuputuskan untuk melego iBook G4 milikku. Berencana menggantinya dengan sebuah netbook. Tentunya netbook dengan prosesor x86. Keputusan yang mirip dengan dua sisi mata uang. Sedih, karena kehilangan “teman”. Gembira, karena bisa bawa-bawa kompie yang ukurannya lebih kecil dan ringan, serta aku bisa kembali bermain-main dengan sahabat lama berlogo pinguin. Baca entri selengkapnya »
Kambing Ganti Domain
Posted on: 13 September 2009
- In: bukan sejarah | komputer
- 4 Komentar
Lama gak buka Kambing, ada sesuatu yang berbeda. Ternyata Kambing dah ganti domain. Gak pake [dot]edu lagi, tetapi pake [dot]ac[dot]id. Sementara sih, yang [dot]edu masih tetep bisa dipake. Tapi ke depannya bakalan dimatiin tuh domain. Jadi yang ambil mirror, rsync ato kawan-kawannya, lebih baik kalo di-update dari sekarang, Monggo….
Jeritan Hati
Posted on: 12 Januari 2009
Girl, when you said goodbye to me, it’s like you’ve do a “sudo -rm -rf /” command to my life.
*sejujurnya, malah pe el en yang telah meng-”sudo -rm -rf /” kompieku hari ini*
Mereka Memang Membingunkan
Posted on: 23 Oktober 2008
- In: komputer | ubuntu
- 9 Komentar
- In: komputer | ubuntu
- 6 Komentar
Karena hanya kita tak mau keluar dari zona nyaman itu.

ubuntu logo
Semalam dan tadi pagi aku asik utek-utek Ubuntu Desktop-ku. Install berbagai macam program. Dengan cara yang “gak jantan sama sekali”, menggunakan Synaptic. Aku tinggal main ketik paket apa yang aku cari, Synaptic secara otomatis akan mensortir menuju paket yang dimaksud. Kemudian klik kanan pada paket yang dimaksud, pilih “Mark for Instalation“. Hup…, Ubuntu akan secara otomatis mengunduh, menyimpan, mengekstrak, lalu mengkonfigurasi, kemudian menginstall sendiri paket tersebut. Aku tinggal ongkang-ongkang menunggu hasilnya. Sambil nge-plurk, chatting dan browsing. Se-simpel itu.
Berbagai macam paket sudah ada di repository Ubuntu. Nyaris semuanya ada. Dengan Synaptic, aku tak perlu susah-susah melakukan kompilasi sendiri paket. Jadi tak ada tuh yang namanya
tar xvfz namapaket
cd namapaket
./configure
make
makeinstall
Uenak bener. Jadi, buat apa harus susah-susah merogoh kantong dalam-dalam untuk beli software propertiary yang jago nge-hang dan berkawan akrab dengan virus? Bagiku, kalo untuk kebutuhan sekedar mengetik saja, mengapa tidak pindah ke Linux (Ubuntu)?
Gambar diembat dari sini. Khusus Pepeng, gambar ini wajib dibuka.
Terima Kasih Sodara-sodaraku
Posted on: 20 September 2008
- In: bukan sejarah | komputer | ubuntu
- 3 Komentar
Mendapatkan jawaban atas tanya setelah mengakui ketidaktahuan dan kemudian dengan penuh tenaga berusaha mencari jawabannya merupakan sebuah kenikmatan tak terkira dari seorang pencari kebenaran.
Luar biasa…, manusia memang makhluk luar biasa. Tidak hanya dengan kognisinya, sehingga mampu berpikir. Tapi juga afeksi dan cinta yang diejawantahkan dalam apapun bentuknya. Thanks berat buat Ramdan, Sandal, Yudhi, Mas Iffan, dan juga Pak Ewing yang selama ini sering saya rusuhi dengan pertanyaan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan rtfm. Yang dengan sabar mau ndengerin dan njawab pertanyaan saya.
Puas, benar-benar puas ketika masalah yang dihadapi itu berhasil diselesaikan. Meskipun terkadang juga mereka tidak memberikan jawaban langsung, tapi dengan cara memberikan link yang bisa saya baca untuk kemudian dicoba.
Inilah Mbak yang saya maksud dengan support komunitas. Yang dulu pernah kita obrolin di sambil makan bakmi di Alun-alun dulu. Ilmu yang berguna bukankah menjadi pahala yang tiada henti… [sok alim mode = on]
- In: komputer | ubuntu
- 2 Komentar
Ini semua gara-gara orang bernama Sandal.
Sandal, selain sebagai komprador CahAndong, juga berprofesi ganda sebagai sales web browser Opera dan Linux Zenwalk. Setelah berhasil meracuniku menjadi Opera user, sekarang dia berhasil membuatku penasaran nyoba Zenwalk. Akhirnya akupun tadi siang install Zenwalk di lappie kantor yang aku bawa.
Keturutan juga nyoba keluarga besar Slackware, setelah sekian lama menjadi penggemar berat Ubuntu yang bergenre Debian. Meskipun harus dilalui dengan berjuang selama setengah hari untuk sukses melakukan instalasi.
Di lappie yang kupake sekarang ini, sebelumnya dah tertanam Windows dan Xubuntu, Ubuntu yang berdesktop Xfce. Xubuntu sendiri memakai GRUB sebagai boot loader-nya. Sesuatu yang akhirnya menjadi masalah ketika aku memutuskan untuk menginstall Zenwalk, secara Zenwalk menggunakan LILO sebagai boot loader-nya.
Memang sudah aku siapkan sebuah partisi yang nantinya akan kuisi dengan Zenwalk. Semuanya berjalan lancar, sebelum aku melakukan sebuah tindakan pinpinbo, aku tak lengkap mengisi dengan lengkap opsi ketika menginstall LILO. Pengennya sih nanti bisa diedit (sok kepedean mode = ON).
Akhirnya Zenwalk terinstall juga, namun yang terjadi, dalam menu LILO, yang muncul hanya Windows dan Zenwalk. Xubuntu tidak terdetek. Geblek… Sempet rada panik. terbukti dengan aku tidak menggunakan kata kunci yang efektif pas googling untuk nyari solusinya.
Aku memutuskan solusi sementara adalah dengan mengembalikan GRUB sebagai boot loader, secara aku belum familiar dengan LILO. Setelah aku berhasil mengembalikan GRUB loader, dengan konfigurasi sebelum ditambahi Zenwalk, masalah selanjutnya adalah bagaimana memasukkan opsi Zenwalk dalam GRUB loader tersebut.
Akhirnya aku tanya sana dan diberi link menuju sini. Jah…, baca dikit, utek bentar dan berhasil, berhasil, berhasil. Ternyata tak serumit yang kukira. Thanks berat buat dia yang ngasih link. Orang panik memang mirip kernel panic. Kekekeke…




Kumpulan Sabda Terakhir