ngodod

Posts Tagged ‘linux

Akhirnya kuputuskan untuk melego iBook G4 milikku. Berencana menggantinya dengan sebuah netbook. Tentunya netbook dengan prosesor x86. Keputusan yang mirip dengan dua sisi mata uang. Sedih, karena kehilangan “teman”. Gembira, karena bisa bawa-bawa kompie yang ukurannya lebih kecil dan ringan, serta aku bisa kembali bermain-main dengan sahabat lama berlogo pinguin. Baca entri selengkapnya »

Lama gak buka Kambing, ada sesuatu yang berbeda. Ternyata Kambing dah ganti domain. Gak pake [dot]edu lagi, tetapi pake [dot]ac[dot]id. Sementara sih, yang [dot]edu masih tetep bisa dipake. Tapi ke depannya bakalan dimatiin tuh domain. Jadi yang ambil mirror, rsync ato kawan-kawannya, lebih baik kalo di-update dari sekarang, Monggo….

Girl, when you said goodbye to me, it’s like you’ve do a “sudo -rm -rf /” command to my life.

*sejujurnya, malah pe el en yang telah meng-“sudo -rm -rf /” kompieku hari ini*

Mereka memang membingungkan, tidak seperti kalian

Karena hanya kita tak mau keluar dari zona nyaman itu.

ubuntu logo

ubuntu logo

Semalam dan tadi pagi aku asik utek-utek Ubuntu Desktop-ku. Install berbagai macam program. Dengan cara yang “gak jantan sama sekali”, menggunakan Synaptic. Aku tinggal main ketik paket apa yang aku cari, Synaptic secara otomatis akan mensortir menuju paket yang dimaksud. Kemudian klik kanan pada paket yang dimaksud, pilih “Mark for Instalation“. Hup…, Ubuntu akan secara otomatis mengunduh, menyimpan, mengekstrak, lalu mengkonfigurasi, kemudian menginstall sendiri paket tersebut. Aku tinggal ongkang-ongkang menunggu hasilnya. Sambil nge-plurk, chatting dan browsing. Se-simpel itu.

Berbagai macam paket sudah ada di repository Ubuntu. Nyaris semuanya ada. Dengan Synaptic, aku tak perlu susah-susah melakukan kompilasi sendiri paket. Jadi tak ada tuh yang namanya

tar xvfz namapaket

cd namapaket

./configure

make

makeinstall

Uenak bener. Jadi, buat apa harus susah-susah merogoh kantong dalam-dalam untuk beli software propertiary yang jago nge-hang dan berkawan akrab dengan virus? Bagiku, kalo untuk kebutuhan sekedar mengetik saja, mengapa tidak pindah ke Linux (Ubuntu)?

Gambar diembat dari sini. Khusus Pepeng, gambar ini wajib dibuka.

Mendapatkan jawaban atas tanya setelah mengakui ketidaktahuan dan kemudian dengan penuh tenaga berusaha mencari jawabannya merupakan sebuah kenikmatan tak terkira dari seorang pencari kebenaran.

Luar biasa…, manusia memang makhluk luar biasa. Tidak hanya dengan kognisinya, sehingga mampu berpikir. Tapi juga afeksi dan cinta yang diejawantahkan dalam apapun bentuknya. Thanks berat buat Ramdan, Sandal, Yudhi, Mas Iffan, dan juga Pak Ewing yang selama ini sering saya rusuhi dengan pertanyaan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan rtfm. Yang dengan sabar mau ndengerin dan njawab pertanyaan saya.

Puas, benar-benar puas ketika masalah yang dihadapi itu berhasil diselesaikan. Meskipun terkadang juga mereka tidak memberikan jawaban langsung, tapi dengan cara memberikan link yang bisa saya baca untuk kemudian dicoba.

Inilah Mbak yang saya maksud dengan support komunitas. Yang dulu pernah kita obrolin di sambil makan bakmi di Alun-alun dulu. Ilmu yang berguna bukankah menjadi pahala yang tiada henti… [sok alim mode = on]

Ini semua gara-gara orang bernama Sandal.

grub loader

grub loader

Sandal, selain sebagai komprador CahAndong, juga berprofesi ganda sebagai sales web browser Opera dan Linux Zenwalk. Setelah berhasil meracuniku menjadi Opera user, sekarang dia berhasil membuatku penasaran nyoba Zenwalk. Akhirnya akupun tadi siang install Zenwalk di lappie kantor yang aku bawa.

Keturutan juga nyoba keluarga besar Slackware, setelah sekian lama menjadi penggemar berat Ubuntu yang bergenre Debian. Meskipun harus dilalui dengan berjuang selama setengah hari untuk sukses melakukan instalasi.

Di lappie yang kupake sekarang ini, sebelumnya dah tertanam Windows dan Xubuntu, Ubuntu yang berdesktop Xfce. Xubuntu sendiri memakai GRUB sebagai boot loader-nya. Sesuatu yang akhirnya menjadi masalah ketika aku memutuskan untuk menginstall Zenwalk, secara Zenwalk menggunakan LILO sebagai boot loader-nya.

Memang sudah aku siapkan sebuah partisi yang nantinya akan kuisi dengan Zenwalk. Semuanya berjalan lancar, sebelum aku melakukan sebuah tindakan pinpinbo, aku tak lengkap mengisi dengan lengkap opsi ketika menginstall LILO. Pengennya sih nanti bisa diedit (sok kepedean mode = ON).

Akhirnya Zenwalk terinstall juga, namun yang terjadi, dalam menu LILO, yang muncul hanya Windows dan Zenwalk. Xubuntu tidak terdetek. Geblek… Sempet rada panik. terbukti dengan aku tidak menggunakan kata kunci yang efektif pas googling untuk nyari solusinya.

Aku memutuskan solusi sementara adalah dengan mengembalikan GRUB sebagai boot loader, secara aku belum familiar dengan LILO. Setelah aku berhasil mengembalikan GRUB loader, dengan konfigurasi sebelum ditambahi Zenwalk, masalah selanjutnya adalah bagaimana memasukkan opsi Zenwalk dalam GRUB loader tersebut.

Akhirnya aku tanya sana dan diberi link menuju sini. Jah…, baca dikit, utek bentar dan berhasil, berhasil, berhasil. Ternyata tak serumit yang kukira. Thanks berat buat dia yang ngasih link. Orang panik memang mirip kernel panic. Kekekeke…


Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 42,429 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.