ngodod

Posts Tagged ‘cinta

“Dengan berhenti berusaha, berarti kita tidak lebih baik dari seorang pengecut.” Bambang Pamungkas

 

Bung Tomo, diembat dari Wikipedia

Quote menarik ini aku dapat dari iklan sebuah produk peralatan olahraga yang diunggah di YouTube. Iklan ini terdiri dari beberapa pemain Tim Nasional Sepakbola Indonesia yang bermain di Piala AFF kemarin. Baca entri selengkapnya »

*Ini soal aku dan mantan*

Aku merasa masih ada sesuatu yang mengganjal, baik di pihakku maupun dia. Tiap kami bertemu, tentunya secara tidak sengaja, kami tidak bisa merasa tidak canggung. Seperti pertemuan terakhir kami. Mungkin lebih disebabkan karena kami beberapa kali putus nyambung. Baca entri selengkapnya »

Girl, when you said goodbye to me, it’s like you’ve do a “sudo -rm -rf /” command to my life.

*sejujurnya, malah pe el en yang telah meng-“sudo -rm -rf /” kompieku hari ini*

“Pernikahan itu dilandaskan pada sebuah apa?” pertanyaan itu aku lontarkan pada sebuah suara manis di ujung telpon sana. “Komitmen,” jawabnya. “Sebuah komitmen langgeng karena apa?” pertanyaan lanjutan coba aku lontarkan. Suara di ujung telpon itu terdiam. “Saling pengertian dan saling memahami?” aku mencoba menjawab dengan sebuah pertanyaan tertutup. “Iya,” suara di seberang itu mengiyakan.

Itulah realitas, cinta bisa datang dan pergi. Perasaan bisa berubah setiap saat. Namun tidak dengan komitmen (untuk terus mencoba saling mengerti dan saling memahami). Pernikahan adalah sebuah kontrak kesepakatan. Sebuah kontrak kesepakatan antara dua manusia.

“Tapi bukankah kita harus jujur dengan perasaan kita? Bukankah itu yang pernah kamu katakan padaku dulu?” Suara di seberang itu mencoba membela dirinya. “Iya. Tapi bersikap jujur pada perasaan bukan berarti dengan cara bersikap membabi buta dan mengambil keputusan bodoh bahkan tidak rasional bukan?” jawabku.

Benar, memang kita harus bersikap jujur dengan perasaan kita. Salah satunya dengan cara memberi kesempatan pada diri kita sendiri untuk mengaktualisasikan apa yang kita rasakan.

Memang cinta dan komitmen adalah hal yang berbeda. Namun keduanya akan mempunyai persinggungan (bahkan beririsan) apabila kita membicarakan keduanya dalam konteks pernikahan.

Aku percaya, bahwa pernikahan para orang tua jaman baheula dulu itu bisa awet karena diantara pihak mempunyai energi dan kesadaran bahwa saling pengertian dan saling memahami itu lebih penting dan berharga ketimbang cinta. Bahkan cinta bisa muncul dari saling pengertian dan saling memahami.

Perempuan di ujung telpon sana itu terdiam. “Jujur, aku sekarang lebih memilih mencari perempuan yang bisa mengerti dan memahami aku. Perempuan yang bisa menerima aku apa adanya. Daripada aku terus mengejar-ngejar perempuan yang aku cintai, namun tak kunjung (mau dan) mampu mengerti dan memahami aku,” sebuah kata penutup ku ucapkan yang sempat membuat perempuan itu terhenyak sejenak.

Memang tidak mudah untuk bersikap rasional dengan perasaan kita. Namun bukan berarti itu tak mungkin untuk dilakukan.

Ketika pilihannya adalah siapa yang mampu meruntuhkan teori yang lain, ketika siapa yang mampu meniadakan kebenaran yang lain, itulah falsifikasi. Pilihannya adalah saling meniadakan, bukan mencari titik tengah. Karena cara pandang konfliknya adalah vis-a-vis, berlawanan secara diametral.

batman-robin

batman-robin

Mungkin memang egois, tapi itulah pilihan atas bagaimana menjalani hidup. Ketika idealisme hidup adalah satu-satunya yang mampu memberi makna atas kehidupan yang dijalani. Ketika yang dikejar adalah substansi, bukannya gincu dan lipstik.

Ketika yang dikejar tidak sekedar sejauh apa materi yang mampu kita dapat. Namun juga bagaimana kita mendapatkannya, bahkan untuk apa kita mendapatkannya juga menjadi sebuah pertanyaan penting untuk dijawab terlebih dahulu.

Karena mungkin, bagi beberapa orang, “cita-cita” atau “impian bodoh”, membuat orang tersebut menjadi merasa hidupnya berada dalam jalur yang “benar”. Ketika mengejar “kebenaran” itu jauh lebih penting daripada sekedar materi. Tapi itulah arti “kebenaran” bagi seorang “pencari kebenaran”. Itulah arti “cita-cita” bagi seorang “pejuang”. Karena ketika melihat “ketidaksesuaian”, pilihannya adalah lawan dan terus lawan.

Atau mungkin karena dia adalah bukan pecinta kenyamanan. Ketika zona nyaman adalah sebuah yang harus terus diperluas. Ketika bermain-main dengan resiko adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Meski konsekuensinya menjadi dijauhi dan menjadikannya tidak populer. Meski itu terkadang membuatnya lelah.

Lalu…?

Dan aku sedang menunggu seseorang yang mampu meruntuhkan sok idealisme-ku. Membuat aku menjadi berpikir kembali dengan permainan adrenalin dan rasa kekanakanku dengan kegemaran bermain di zona yang kurang nyaman. Yang mampu memaksaku untuk bisa mengikuti sebagian, kalau toh pun tidak semua, pikiran dan idenya. Apakah dia ada di luar sana…?

Gambar diambil dari sini.

mawar putih

mawar putih

Serasa setiap jengkal bumi tak nyaman lagi buatku. Serasa tiap putaran jarum jam merupakan siksaan. Ah, memang inilah nasib menjadi laki-laki malang. Laki-laki yang disingkirkan dunia.

Menjadi laki-laki yang pilihan hidupnya tak pernah popular di mata perempuan, mungkin sudah kodrat dan takdir. Apakah ini sebuah kutukan? Mungkin saja. Aku tak pernah meminta ini terjadi. Aku tak pernah meminta menjadi aku yang sekarang.

Memang kombinasi sebuah fatalisme akut. Mungkin pula kenapa ini terjadi karena aku sudah terlalu merasa nyaman bermain di titik ekstrim. Ujung utara atau selatan. Memilih jalan di tengah adalah sebuah nista.

Ah, terkadang, aku menyesal pernah mengenal cinta.

Lembayung Kafe, 17 Juli 2008

bintang jatuh

bintang jatuh

Ah.., dunia memang akan terus berlalu. Waktu tak akan pernah bisa kembali lagi. Seperti kata Imam Ghazali, yang paling jauh dari kita adalah masa lalu, karena kita tak kan pernah bisa menemuinya lagi.

Pun kenangan, mungkin akan lebih bijak, bila kita menyimpannya baik-baik di dalam benak. Tak mengapalah sekali-kali mengusiknya dan membiarkannya hadir kembali, bahkan dalam bentuk semu di dunia nyata. Namun jangan sampai kita pernah, terlalu berharap ia akan kembali terulang, karena itu adalah fana.

Terima kasih Malaikat-ku, kau hadirkan kembali masa lalu itu. Meski hanya semu dan fana adanya…

Gambar diambil dari sini.

Tag:

Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Industri Rokok Incar Generasi Muda, Pemerintah Didesak Ratifikasi FCTC
    Jakarta - Hingga saat ini Indonesia belum juga menandatangani ratifikasi FCTC. Indonesia satu-satunya negara yang belum menyepakati pengendalian tembakau, padahal sudah hampir 90% negara yang sudah menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau Kerangka Kerja Pengendalian Produk Tembakau. Di Indonesia hingga saat ini sudah ada 26 juta per […]
  • Yunahar Ilyas: Harap Kabinet Jokowi JK Tidak Hapus Kementerian Agama
    Jakarta - Kementerian Agama harus tetap ada dan namanya jangan diubah. Ini bagian dari sejarah bangsa. Hal tersebut disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya 62 Jakarta, Rabu siang (17/9). Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintahan baru pasangan Joko Widodo dengan Jusuf Kalla tidak menghapus Kementeri […]
  • Bersama PTM, LPCR Jateng Tuntaskan Pemetaan Cabang Ranting di Semua Kabupaten Kota
    Surakarta - LPCR PWM Jawa Tengah telah menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di kantor PDM Kota Surakarta, Ahad, (3/8). Dalam forum ini diundang semua perwakilan LPCR PDM Se-Jawa Tengah dan PTM se-Jawa Tengah yg jumlahnya lebih dari 20 kampus. Pengurus LPCR PP Muhammadiyah juga turut hadir mendampingi kegiatan tersebut hingga selesai, yaitu Ridho A […]

Blog Stats

  • 41,854 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.