ngodod

Archive for the ‘sepeda’ Category

Kemalasan telah membawaku ke tempat ini, Kantor PDAM Tirtamarta. Terletak di seputaran Perempatan Jetis, tepatnya di sebelah barat SMPN 6 Yogyakarta dan sebelah selatan SMKN 3 Yogyakarta. Karena menunggak tagihan air ledeng selama tiga bulan, maka aku sudah tidak bisa lagi membayar melalui bank rekanan. Sebelum menginjakkan kaki di tempat ini, mood sudah berantakan duluan. Terbayang antrian panjang yang bakal menghabiskan puluhan menit, ditambah dengan sikap petugas parkir yang tak bakal ramah dengan pesepeda. Baca entri selengkapnya »

Berdasarkan penelitian Prof. Dr. Trimbil Van Kemplu, yang dipublikasikan dalam Buletin Ngilmiah Berkala Mbulet. Buletin yang kala-kala terbit, kala-kala tidak terbit, namun lebih sering tidak terbitnya, pada edisi Malam Jumat Legi tanggal 13 Mei 2011, menyatakan bahwa bersepeda dapat memicu penyakit jantung. Tidak memperdulikan jenis kelamin, usia bahkan agama. Baca entri selengkapnya »

Pertama, karena simpel. Bisa dibawa kemana-mana. Dinaikin kereta, bis bahkan (bagasi) pesawat.Dengan berat yang masih masuk akal untuk ditenteng.

Kedua, harga relatif terjangkau. Polygon menyediakan dari harga 2jt-an untuk model seperti ini. Masih cukup ideal untuk seorang lajang. Cukup layak dan worthed.

Ketiga, belum punya. Inilah kenapa saya tulis di blog ini. Karena punya sepeda lipat menjadi salah satu resolusi di taon 2009.

Menurut saya, sepeda lipat (seli) adalah sepeda yang paling direkomendasikan untuk anda yang suka bersepeda dan sering bepergian ke luar kota.

Jogja akan (kembali) punya jalur sepeda. Itu bukan isapan jempol, bukan juga kacang. Pak Walikota Jogja, pada APBD taon 2009 telah mengalokasikan dana untuk membuat jalur sepeda. Tidak hanya di beberapa ruas jalan utama Kota Jogja saja, namun juga hampir di seluruh ruas jalan (utama) kota. Kabar ini saya dapat dari obrolan ringan ketika kongkow-kongkow dengan temen-temen B2W Jogja. Pada Jumat siang kemarin, beberapa dari kami plus temen-temen dari PetaHijau diajak berdiskusi perencanaan pembuatan jalur sepeda oleh DLLAJR.

Tidak hanya jalur sepeda, namun juga diusahakan berbagai sarana pendukungnya. Seperti parkir sepeda di ruang publik dan traffic light (baca: bangjo) khusus sepeda. Jadi untuk masa mendatang, boleh lo, pacaran nonton bioskop di Amplaz naik sepeda boncengan, karena bakalan ada parkir khusus sepeda di sana. Selain itu juga akan ada rambu-rambu lalu-lintas khusus untuk pesepeda, yang salah satunya memberikan informasi mengenai jalur terdekat (baca: jalan pedhotan alias tembusan) menuju lokasi tertentu. Sehingga nantinya pesepeda tak perlu melewati jalan utama yang membuat harus sedikit berputar dan menempuh jarak yang lebih jauh.

Kelihatannya untuk kali ini Pak Walikota memang serius, ingin mengembalikan Jogja sebagai Kota Sepeda. Dengan memberikan banyak fasilitas buat pesepeda. Oh ya…, ada beberapa hal yang masih belum final. Masih dalam proses penggodokan. Jadi, kita semua bisa memberi masukan, bisa melalui blog ini atau juga bisa langsung koprol ke website resmi B2W Jogja. Kalo melalui blog ini, Insya Allah akan saya segera sampaikan kepada para juragan B2W Jogja, tidak lebih dari 1×24 jam. Hehehehehe….

Ayo Nggowes.

Thanks berat buat temen-temen PetaHijau Jogja, yang banyak membantu dalam proses ini.

PS: Modiar kowe Dit. Kowe minggat seko Jogja, Jogja nggawe jalur sepeda. Jakarta gak ono jalur sepedane.

Gambar diembat tanpa ijin yang punya dari sini.

Pesepeda di Musim Hujan

  1. Siapkan jas hujan khusus untuk pesepeda, karena jas hujan ini simpel, fit dengan tubuh kita alias tidak terlalu menyita gerakan dan tempat pada waktu dipakai atau disimpan, jas hujan ini sangat penting mengingat bersepeda di saat musim hujan membutuhkan kondisi tertentu, sehingga jas hujan yang khusus untuk sepeda sangat menunjang kemanan dan kenyamanan kita dalam bersepeda.
  2. Lindungi tas atau bekal kita yang kita bawa di sepeda dengan pelindung air (bag cover yang waterproof), atau pergunakan plastik guna membungkus tas kita sehingga air hujan tidak masuk.
  3. Lumasi bagian rantai atau bagian yang mudah berkarat dengan pelumas, apabila tidak memungkinkan untuk itu, setelah dipergunakan sepeda harus segera dibersihkan minimal di lap sampai kering.
  4. Pergunakan penutup helm (helm cover) supaya air hujan tidak membasahi kepala kita.
  5. Waspada terhadap jalur yang akan kita lewati, terutama apabila terdapat genangan air yang tinggi, hal ini akan sangat membahayakan pada waktu kita bersepeda.
  6. Pergunakan lampu depan/belakang untuk menginformasikan keberadaan kita di jalan.
  7. Apabila kondisi hujan disertai angin yang kuat segeralah mencari tempat untuk berlindung yang aman, hal ini dikarenakan sepeda kita lebih ringan daripada kendaraan lain, sehingga apabila terkena terpaan angin yang kuat dapat mengakibatkan sepeda kita oleng.
  8. Waspada terhadap petir kalau kita bersepeda di tempat terbuka, tetapi juga jangan berteduh di bawah pohon atau rumah yang terpencil di ruang terbuka.
  9. Hati-hati menghadapi banjir, karena sepeda tidak dirancang untuk menerobos genangan seperti itu.

Dirangkum dari sini. Gambar dari sini. Sumber dari sini.

Karena apa yang kita kendarai itu penanda status ekonomi kita.

onta violet

onta violet

Susah bener jadi pesepeda dan ini terjadi di Jogja. Di kota yang dulu dikenal sebagai Kota Sepeda. Aku sudah berkali-kali merasakan yang namanya dipotong jalur oleh pengendara motor, dipepet oleh orang paling kaya sedunia yakni pengemudi mobil dan nyaris ditabrak oleh penguasa jalan sejati bernama sopir bis kota.

Sepeda memang bukan alat transportasi. Ia adalah penanda status ekonomi. Sepeda tepat berada sedikit di atas pejalan kaki, kasta terendah pengguna jalan raya. Sepeda dipahami hanya digunakan oleh mereka yang nggak punya cukup uang untuk beli bensin dan untuk merawat motor atau mobil.

Sepeda hanya dipakai oleh sebagian dari mereka yang isi kepalanya ngerti bahwa persediaan minyak mentah Indonesia hanya cukup untuk sekedar tiga dasawarsa lagi. Bahwa kualitas udara makin hari makin memburuk oleh semakin banyaknya emisi gas buang. Oleh mereka yang merasakan bahwa bumi sudah semakin memanas dan menua.

Dulu sempat ada jalur sepeda di kota ini. Yang kemudian menghilang begitu saja digantikan oleh busway. Bus yang sepi karena dengan menaikinya akan semakin memperburuk kondisi finansial penumpangnya, akibat kurang tersedianya angkutan pendukung.

Emang susah jadi pesepeda. Kasta kedua terendah dalam jalan raya. Yang selalu jadi korban kekerasan pengguna kendaraan yang lain. “Hoi…, bagi-bagi jalan dunk… Emang ini jalan moyang lu..”

Apa kabar konversi BBM? Sudah lama nggak terdengar lagi kontroversi yang satu ini. Tertimbun oleh isu sidang BLBI, kasus dugaan korupsi para anggota DPR-RI, krisis energi, bahkan isu ecek-ecek dan ra mutu semacam tertangkap tangannya Sheila Marcia.

Ah, memang media itu sangat luar biasa. Bisa memainkan publik. Bisa memainkan apa yang sebaiknya dibicarakan oleh publik hari ini. Bahkan hingga membentuk opini. Konversi BBM yang sempat membuat rusuh dan panik masyarakat kalangan menengah dan menengah ke bawah ini akhinya berlalu begitu saja di tangan media. Seperti isu-isu yang lain, ketika media sudah menemukan isu baru yang lebih hangat dan menarik, maka tergantikanlah isu konversi BBM ini dengan isu yang lain.

Baca entri selengkapnya »


Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Yunahar Ilyas: Harap Kabinet Jokowi JK Tidak Hapus Kementerian Agama
    Jakarta - Kementerian Agama harus tetap ada dan namanya jangan diubah. Ini bagian dari sejarah bangsa. Hal tersebut disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya 62 Jakarta, Rabu siang (17/9). Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintahan baru pasangan Joko Widodo dengan Jusuf Kalla tidak menghapus Kementeri […]
  • Bersama PTM, LPCR Jateng Tuntaskan Pemetaan Cabang Ranting di Semua Kabupaten Kota
    Surakarta - LPCR PWM Jawa Tengah telah menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di kantor PDM Kota Surakarta, Ahad, (3/8). Dalam forum ini diundang semua perwakilan LPCR PDM Se-Jawa Tengah dan PTM se-Jawa Tengah yg jumlahnya lebih dari 20 kampus. Pengurus LPCR PP Muhammadiyah juga turut hadir mendampingi kegiatan tersebut hingga selesai, yaitu Ridho A […]
  • LPCR Muhammadiyah Gelar Rakerwil se-Jateng
    Surakarta - Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Muhammadiyah Surakarta dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surakarta (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta menyelengarakan Raker LPCR se-Jawa Tengah, di Balai Muhammadiyah Surakarta. Humas STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Teguh Wahyudi dalam rilis yang diterima muhammadiyah.or.id, Jumat (5/9) menyebutka […]

Blog Stats

  • 41,823 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.