Pesantren = Sekolah Tukang Kunci

Cerita ini bermula karena salah satu penghuni rumah kehilangan kunci kamarnya.  Saat itu sudah jam 9 malam. Rumah kami bias dibilang ada di desa, pinggiran Klaten. Tempat di mana merupakan sebuah perjuangan tersendiri untuk mencari tukang kunci pada jam 9 malam.

Tiba-tiba salah seorang teman datang menawarkan bantuan. Kita bukalah sisi luar engsel pintu. Terlihat batang engsel dan selongsong rumah kunci. Dengan menggunakan sebuah anak kunci dan obeng minus, tak kurang dari 5 menit, terbukalah kunci.

Menjadi menarik ketika mendengar komentar teman saya yang membuka pintu itu. Pelajaran membongkar kunci itu dia dapatkan dari praktek selama di pesantren. Dimana adalah praktek yang cukup sering terjadi, apabila salah seorang santri kehilangan kuncinya, maka kunci akan dibuka paksa, tanpa perlu sampai melukai sehingga kunci tak dapat dipergunakan lagi.

Aha…, jadi salah satu hasil dari nyantri adalah bisa membuka kunci tanpa anak kunci. Mungkin ini adalah salah satu hasil dari pelajaran life skill dari pesantren.

Gambar ngembat dari sini.

~ oleh ngodod di/pada 1 Agustus 2009.

7 Tanggapan to “Pesantren = Sekolah Tukang Kunci”

  1. salam kenal
    http://tforce2009.wordpress.com/

  2. ajarin dong :D

  3. Woh, dah kayak MacGyver aja :lol:

  4. njenengan udah bisa sekarang, mas?

  5. mudah mudahan skillnya rdk disalahgunakan :P

  6. dan mesti jago merokok..hahhahah

  7. q tukang kunci lukrang lebih 10 tahun tapi masi blum bisa buka kunci rumah antik tanpa anak kunci.. ajarin q donk.. wss..

Tinggalkan Balasan