Berbesar Hati

Mungkin aku tak pernah bisa mempunyai hati sebesar dia.

Aku masih ingat, aku nyaris bertengkar ketika kelas 3 SD dengan anak yang bertubuh dua kali lebih besar daripada tubuhku ketika aku mendengar dia mengejek kakakku yang mempunyai kelainan bicara akibat cacat sejak lahir. Nyaris ujung raket bulu tangkis yang aku pake bermain aku colokkan ke matanya. Nyaris saja gembok kunci sepeda yang selalu aku bawa di dalam tasku aku lemparkan ke kepalanya. Berharap dia juga merasakan bagaimana rasanya mempunyai keterbatasan fisik.

Dan kini, kakakku, mata kanannya sudah tak mampu melihat lagi. Tepat tiga minggu setelah kecelakaan motor yang dialaminya. Aku berpikir cukup sudah keterbatasan yang diberikan kepadanya dengan kemampuan bicaranya yang tak sempurna. Sekarang, ujian menemaninya lagi dengan mata kanannya yang sudah tak mampu lagi melihat.Tak sebuah SMS atau telpon darinya untukku. Mengatakan bahwa mata kanannya sudah tak mampu melihat lagi. Aku pun cukup bodoh dengan berpikir semuanya akan baik-baik saja setelah kecelakaan fatal itu. Berita itu datang dari ibuku pagi ini.

Tuhan memang Maha Adil, Dia memberikan ujian yang berat kepada kakakku, namun dia juga menganugerahkan hati yang besar untuknya.

*Berita ini membuatku tiba-tiba menjadi sangat suntuk pagi ini. Aku rindu rumah…

Tags: , ,

~ oleh ngodod di/pada 21 September 2008.

19 Tanggapan to “Berbesar Hati”

  1. saya setuju adanya dengan anda bahwa Tuhan memang Maha Adil, cuma kita kadang terlalu bego untuk bisa paham keadilan-Nya…

  2. Kebesaran hati sangat sulit loh untuk di laksanakan
    itu juga terjadi secara alamiah

  3. Mungkin aku tak pernah bisa mempunyai hati sebesar dia.

    Oh mungkin dia mempunyai dada sebesar dia…… *losfokus

  4. ada makna dibalik semua pertanda… Tuhan tidak akan menguji diluar batas kita… jika kita mampu melewati ujian ini.. niscaya kita akan beroleh nikmat di alam sana kelak… amin……

  5. Menurut saya kebesaran hati bukan anugerah Tuhan, tapi pilihan hati. Kita yang belum bisa berbesar hati masih perlu belajar banyak dari kakak anda.

  6. Pasti Tuhan punya rencana untuk kakak anda.. Aku setuju Tuhan Maha Adil..

  7. Karena Tuhan menciptakan semuanya dengan sempurna…

  8. selalu ada orang hebat yang terselip dalam kehidupan. dan anda harus bangga terhadap kakak anda. juga terhadap diri anda sendiri, karena mengapresiasi bukanlan perkara yang setiap orang bisa.

    salam

  9. pulanglah maz..mudik dech..bentar lage lebaran..:)
    aku pernah skeptis tentang TUHAN..tapi sekr9 mule belajar dan berproses..yakh berbesar hati..

  10. Percaya segala sesuatu sudah ada ukuran dan takarannya.

  11. dia, sudah tau ujian yang dihadapi. Kamu, (atau aku), barangkali, sudah mendapat ujian yang sama. Bedanya, kamu (atau aku) tidak mengetahuinya. Mana yang lebih menyakitkan?

  12. gede bagt rumahnya heheh

  13. pasti ada hikmah dibalik setiap ujian, dan ada kelebihan disetiap kekurangan.. itu janji Allah buat hambanya yang beriman.
    Semoga diberi kebesaran hati :)

  14. Turut prihatin Om..
    Semoga beliau diberikan kemudahan dan sukses donyongaherat!

  15. Pasti ada hikmah dibalik semua cobaan ini..

  16. pulang mas..

  17. Pulang….

    (kata yang sedang kujauhkan dari lubuk hati)

  18. seperti orang yang kutemui pas pendataan sosial bulan puasa kemaren. cacat mata karena kecelakaan, dan terpaksa harus putus sekolah. Sekarang kondisi keluarganya makin parah setelah ayahnya terkena radang paru-paru.

  19. that’s life

Tinggalkan Balasan