ngodod

Modern itu Jorok

Posted on: 28 Juli 2008

urinoir yang sok modern

Saya mulai sering melihat urinoir termuktakhir alias modern ini, seperti gambar di samping, beberapa tahun yang lalu. Sering saya temui di mall atapun hotel berbintang. Pun seperti kemarin, ketika saya juga menemuinya ketika “mengunjungi” beberapa teman dari sebuah partai baru yang berasaskan Islam yang sedang asik berapat ria di sebuah hotel yang berada di seputaran Setiabudi, Jakarta.

Pun ketika saya hendak pulang dari hotel tersebut, tiba-tiba kandung kemih saya serasa sudah tak mampu lagi menampung isinya. Sekonyong-konyong pula saya mencari-cari kamar kecil. Kamar kecil terdekat dari lokasi saya waktu itu berada di belakang lobby hotel. Begitu membuka pintu kamar mandi, empat buah urinoir yang berjejeran telah memanggil-manggil untuk digunakan. Tapi…, setelah melihat spesifikasinya, saya urung menggunakannya. Ku buka satu persatu toilet, idem, spesifikasinya membuat saya ilfil menggunakannya. Seorang petugas kamar kecil tampak bingung melihat kelakuan saya waktu itu. Nampaknya ia tak mengerti apa yang sedang berkecamuk di dalam kepala saya.

Ah.., saya putuskan untuk berlari keluar menuju tangga berjalan. Ada sebuah kamar kecil di lantai dua tak jauh dari ujung tangga berjalan itu. Ketika membuka pintu kamar kecil, saya sedang beruntung, saya masih menemui sebuah urinoir “model kuno” nangkring dengan manisnya. Ah…, akhirnya lega juga.

Namun tak lama kemudian, seorang bapak-bapak, dengan menggunakan pakaian khas partai baru tersebut, nampak terlihat kebingungan berdiri di depan urinoir modern itu. Tepat ketika saya hendak meninggalkan kamar mandi. Hehehehe…, saya tau kenapa sebabnya beliau bingung. Air tak langsung mengucur membilas ketika beliau memencet sebuah tombol yang berada di bagian atas urinoir tersebut. Bwahahahaha…

Jah…, akhirnya, saat itu saya malah menjadi “penceramah” bagi beberapa pengguna urinoir yang berada di situ. Yang ternyata tidak ada satupun yang mengerti prinsip kerja urinoir bersensor. Urinoir yang baru mengeluarkan air bilasannya ketika sang empunya hajat meninggalkan urinoir tersebut. Akhirnya pula, agar lebih meyakinkan, saya sampai memberikan contoh cara kerja urinoir itu dengan menempelkan lengan saya pada sensor yang berada di bagian atas urinoir itu. Tak lama kemudian saya menyingkirkan lengan saya dan baru setelah itu, air mengucur dengan lancar membilas hajat yang baru saja dibuang sang empunya.

Kita tahu kan, adalah najis bin kotor bagi umat muslim apabila tidak membersihkan kemaluan setelah membuang hajat. Yang berarti pula, kita tak kan bisa sholat dalam keadaan seperti itu. Sesuatu yang tak pernah terlintas dalam pikiran orang modern ketika mendesain urinoir paling muktakhir itu. Bwahahahaha….

15 Tanggapan to "Modern itu Jorok"

owh … iku gambar urinoir tho … tak kiro gagang tilpon

*… dilempar urinoir

Oo.. urinoir berdiri yg modern tuh kek gitu tho.. maklum Om, belum pernah pake urinoir berdiri :D

Assalamualaikum wr.wb saya sangat mengucapka banyak terimah kasih kepada MBAH JENGGOT atas bantuan MBAH kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan MBAH JENGGOT pula yang telah memberikan anka jitunya kepada saya yaitu ”8710”dan alhamdulillah berhasil..sekali lagi makasih yaa MBAH karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 100 rb dan akhirnya saya menang..??? Berkat anka GHOIB nya MBAH JENGGOT saya sudah bisa buka toko sendiri dan kini kehidupan saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg ingin seperti saya silahkan HBG (0_8_2_3_3_4_4_4_3_1_1_1 , MBAH JENGGOT ,ramalan MBAH JENGGOT meman memiliki ramalan GHOIB” yang dijamin 100% tembus

he he he. Kelakuan kita kok sama ya?

Aku pernah berada di satu hotel bintang teojoeh (eh, ga ada ya?), bintang lima kamsudku. Weleh-weleh, setengah mati nyari wc yang nyediain air untuk c*b*k. Ini soak kebiasaan ya. Dan aku yang belum biasa dengan wc modern itu.

makanyaaaa jgn katroooo… :)

asalkan ada tissue dan wastafel, urinoir seperti itu sudah bukan masalah lagi bagiku…

*jangan berpikir, habis kencing terus katur-katur ke wastafel buat mbilas yo!!

Sekarang sudah ada tissue basah dalam kemasan kecil yang bisa dibawa ke mana saja dan dikantongin.

Kalo di Indonesia mereknya: Mitu (kalo ngak salah ya, maklum dah lama tak pulang kampung)

bwahahaha.., keesokan harinya, saya baru tau cara ngakalinya. sebuah trik yang diajarkan oleh penjaga toilet mall kelapa gading. thanks bro…

baru tau namanya urinoir daku hahhaha..ndeso yakh…

berarti bisa dishare cara menghadapi urinoir njancuki kek gitu, kang?

saya juga abru tahu nih,, dan ah masa iya?

Hmm…. koyok opo to kui.
Bedo karo sing nang Gale opo Malioboro Moll yo…

Dong, kalo habis pipis gada airnya kan bisa pake obat..hehehe obat abit :P

Mangkanya kemana-mana mbawa tisu basah, Oom….

mungkin sama menyebalkannya kalo cuma nemuin flush dan tisu aja, tapi ngga nemuin keran or whatsoever buat *itu*. the so called modern kadang malah bikin susah, bukan mempermudah. mungkin karena yang desain produk bukan muslim kali yak. coba ada.

trus, bukannya kalo pee itu cowo ngga boleh berdiri ya? CMIIW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cahandong

Ternyata Anda…

IP

Gudang Dobosan

Ubuntu User

The Ubuntu Counter Project - user number # 24048

@ngododp

Kerjo Nganggo Pit

RSS Official Muhammadiyah Website

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 41,728 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: