Tiap Manusia Ada Untuk Saling Melengkapi
Tiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan dan kekurangan manusia, adalah sebuah tanda kesempurnaan manusia itu sendiri. Maka, aku suka menjadi heran, ketika ada yang punya hobi mencari kekurangan manusia yang lain. Bukan dalam konteks untuk diperbaiki, tapi dalam konteks mencari kesempurnaan. Sederhananya, tak ada torelansi untuk kekurangan. Sebuah sikap naif tingkat wahid.
Tiap manusia itu unik. Dengan keunikan masing-masing itulah, manusia bisa saling hidup berdampingan. Dengan keunikan itulah, tiap manusia bisa saling melengkapi. Kehidupan ini layaknya permainan sepakbola. Dengan keunikan dan kemampuannya masing-masing, sebuah permainan bisa tercipta. Ada yang jadi kiper, bek, pemain tengah dan penyerang. Gak mungkin kan, sebuah tim hanya dihuni para penyerang. Apalagi kalo modelnya seperti Filippo Inzaghi yang seneng diving. Keseimbangan tidak akan pernah terjadi.
Pun itulah, aku jadi sebenernya tertegun dengan amat sangat. Tertawa diluar tetapi nangis miris dalam hati. Ketika pacar temenku mengatakan bahwa perempuan idamanku adalah fotokopian diriku. Itu petanda bahwa aku sendiri gak sadar kalo aku termasuk manusia yang super duper naif. Manusia itu komplementer, saling melengkapi.
Kesalahan berpikirku yang terjadi adalah, aku memaknai kesempurnaan dalam wujud ketidaksempurnaan dengan cara melabelkan bahwa pasangan yang sempurna untukku adalah aku sendiri. Manusia itu komplementer sayang…
d’Masiv – Diantara Kalian
[gambar ngembat dari http://radensbuitenzorg.files.wordpress.com/2007/05/petani_dan_sepeda-2.jpg. ga tau napa aku kok pengen pasang gambar ini di postingan ini.]





[...] kata seorang kawan, “berbedalah, karena tiap manusia ada untuk saling melengkapi” Blogged with the Flock [...]
What a boring life it would be | Faiq Fardian, Rizqi :: its all about Me, My Self and I dibahas juga di dalam 30 Mei 2008 pada 06:42 |
nek podo plek jenenge “incest”
daripada hidup sendiri kan :p
separuh nafas ku ada didirimu, jgn biarkan diri ini mati kehabisn nafas ….lengkapi diriku …..oh sayang engkau begitu ….sempurna
akhirnya masQu sadar jg dri pingsannya…. makane jo nggolek kopiane smpean… ra nemu ngko… hehehe… tpi tnang aj kok mngkin mengko malah ma org yg g di duga… tetep smangat… no body is perfect…
iya, manusia itu komplementer.
Tapi saya mengakui, sering menginginkan cowok yang tipenya serupa dengan saya.
Padahal kalo dipikir2, lebih tepatnya kita membutuhkan pasangan yang kepribadiannya melengkapi diri kita.
Kebutuhan itu yang seringkali tidak selaras dengan keinginan.
ah, bener banget mas.
semua manusia itu unik, jadi tentu aja ngga ada yang sama persis.
udah sunatulloh juga ada yang kaya-ada yang miskin, ada yang ganteng-ada yang elek – u name it lah.
* tapi sebenere tulisan sampeyan menyadarkan saya, kalo ternyata selama ini saya juga nyari yang karakternya seperti saya. huehehe.