Dan engkau
Menemukanku
Yang terduduk sendiri
Dan kemudian engkau menghampiriku
Engkau hadir
Disaat aku sedang tak percaya
Dengan sedu sedan cinta
Namun entah mengapa
Hatiku berkata
“Berilah dirimu sendiri sebuah kesempatan”
Namun..
Jatuhnya daun berkata lain
Mentari yang berganti bulan menakdirkan
Engkau terlepas dariku
Karena bagimu
Aku tak pernah benar-benar mengada dihidupmu


2 tanggapan so far ↓
fairy // 3 Mei 2008 pada 3:46 pm
wow ku salut dengan puisimu? semoga masih terus berkarya dengan puisi-puisi lainnya yang bisa menggugah hati, menyemagati hati tuk bisa memandang hidup ke depan
dayat // 5 Mei 2008 pada 8:39 am
Dong.., si Joko nikah, kowe diundang pora..?? Kapan kowe nikah..?? Ora iso-ne ming nge-blog thok kowe..!!! percayalaaahh…, Ngeblog tidak akan pernah bisa menghasilkan keturunan, kecuali imajinasi menipu dan kepuasan sesaat. Hanya kawin aja yg bisa menghasilkan Dodong Junior…
Tinggalkan Komentar