Pembicaraan ringan di angkringan sebelah barat RS PKU Yogyakarta. Jam menunjukkan kurang lebih pukul dua belas malam lewat sedikit menit.
“Jenengan nggak shock bandwith, Mas..?”
Pertanyaan lugu tur ra mutu itu meluncur begitu saja dari mulutku akibat otakku sudah nggak full lagi kerjanya karena mata dah mulai mengantuk. Pertanyaan itu kuajukan pada seorang teman. Temenku ini nyelesain kuliah undergraduate sampe doktoralnya di Jepang.
“Iya sempet kaget juga.,” sambil kemudian nyeruput teh jahe yang ada di tangannya. “Apalagi pas pake Tel***net Inst**. Download attachment email aja lamanya minta ampun. Belum lagi putus-putus. Enak-enak download, di tengah-tengah putus. Harus ggulang lagi jadinya.” ujar temenku tadi. “Sudahlah, kita cari bahasan lain.”
Aku cuman sempet komentar, “oh, kejamnya dunia.”
OMG, gimana temenku nggak shock bandwith. Selama di Jepang, dia dengan uang 400rb-an per bulan bisa langganan internet dengan kecepatan 10MBps unlimited. Trus hanya 200rb per bulan bisa dapat akses unlimited berkecepatan 2MBps. Di sini..?
Dunia memang kejam. Temenku di Korea Selatan juga sama. Dia langganan internet di kontrakannya 10MBps. Unlimited bo… lebih edan lagi di temenku di Jerman. Dia bisa dapet bandwidth 100MBps. Mak nyus….
Jujur, pada satu sisi aku kagum ma mereka. Yang bisa bertahan hidup dengan koneksi serba lemot yang ada di Indonesia. Jadi sempet ngimpi tadi, kapan koneksi internet di Indonesia bisa seperti itu ya…


2 tanggapan so far ↓
Mbelgedez // 20 April 2008 pada 10:44 pm
Di Korea kayaknya gretongan degh.
Pas sayah kesana taon 2006 lalu, dimana-mana hotsepot gretongan. Kuenceng pulak.
Warung kaki lim ajah pada nyanding lap top.
Untung mbawa lap top sendere. Kalok ndak bisa kelimpungan. Soale dasana semuwa make bahasa Korea….
faiqfardian // 21 April 2008 pada 2:05 am
wah aku kalok konek inet di kantor gratis je …
Tinggalkan Komentar