karena dunia kita berbeda…
Bukan, bukan mereka tak mau tahu. Bukan pula karena mereka tidak punya cukup pengetahuan untuk memahami. Namun hanya karena mereka butuh waktu untuk mengetahui dunia kita. Memang dunia kita berbeda. Bukan karena memang kita ingin membedakan diri dengan mereka. Tapi memang, kita berada di masa yang berbeda dengan mereka. Bukankan perbedaan itu yang membuat dunia menjadi indah… Mungkin menjadi tak bijak, memaksa mereka untuk memahami dan akhirnya menjadi “pengikut” dunia kita. Yang sekedar kita butuhkan adalah terus bergerak, memberikan bukti dan membiarkan “the invisible hand” membuat mereka mengerti dan memahami dunia kita. Karena yakinlah, kebenaran akan muncul dengan sendirinya…





wah…menunggu kebenaran muncul, membutuhkan kesabaran
masalahnya seringkali kesabaran sering terbatas kan?
kalo baca tulisanmu diatas, aku malah kelingan ama Dede Oetomo (penggiat Gay di Surabaya/Dosen Unair)… Dia selalu merasa terasing karena dunianya memang “lain” dari dunia umum… Atau jangan2 kecurigaanku terhadap kamu sejak awal ternyata benar, bahwa kamu memang….