datang dan pergi
hidup itu kumpulan dari berbagai macam kedatangan dan berbagai jenis kepergian. pun juga dengan sahabat. sahabat tak kan mungkin jadi milik kita sendiri seutuhnya untuk selamanya. akan ada masa dimana kita “dipaksa” oleh keadaan untuk membaginya, atau bahkan kehilangan.
pun setahun terakhir ini hidup mengajarkan padaku, dengan sebuah kejadian yang beruntun, aku kehilangan teman-teman terdekatku. karena mereka telah berada di pintu gerbang itu, pintu gerbang dimana mereka menemukan seseorang yang menjadi teman untuk berbagi hidup. semua itu terjadi begitu cepat dan beruntun bagai gelombang laut. tak hanya satu atau dua kali, namun berkali-kali. hingga membuatku nyaris putus asa. apakah harus kujalani hidup ini sendiri?
namun akhirnya aku sadar, bahwa semua yang ada di dunia ini fana adanya. kata orang, “hidup ini seperti mampir minum”. hanya sebentar. semua yang tercipta berawal dari ketiadaan dan akan berakhir pada ketiadaan. inilah titik dimana aku belajar, bahwa aku harus selalu siap untuk kehilangan apapun dan siapapun.
jakarta, 20 januari 2005





Tinggalkan Balasan